Shalat Idul Fithri Bersama Bupati dan Kapolres Bangka, Rusydi Sulaiman Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Kearifan Lokal di Kampung Bangka

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Walaupun terjadi perbedaan Hari Raya di tahun ini, 1 Syawwal 1447 H, namun perayaan hari agung tersebut tidak berkurang sedikit pun. Masyarakat, khususnya umat Islam berbondong-bondong ke masjid terdekat untuk menunaikan Shalat Id di masjid dan tempat tertentu. Waktu Shalat Idul Fithri agak ditunda ke jam 07.00 bahkan.lebih, berbeda dengan waktu Shalat Idul Adha.

Pada hari ini, 1 Syawwal 1447 H, bertepatan dengan 21maret 2026 H, Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag.terjadwal menjadi khatib di Masjid Agung Sungailiat ( MAS) Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hadir juga pagi itu Bupati Bangka, Fery Insani, S.H. ,M.M. dan Kapolres Bangka, AKBP.Deddy Dwitya Putra, S.H.S.I.K. Tampak juga beberapa pejabat Penting Pemda Bangka menyertai.

Dalam khutbahnya, Dekan FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung tersebut mengangkat tema tentang:”Manusia antara Materi Keduniaan dan Spiritual Keagamaan; Refleksi Idul Fithri 1447 H”. Ia mengawali tentang fakta kehidupan sebagian manusia yang sangat pragmatis dan jauh dari orientasi keakhiratan. Mereka selalu lengah dan tidak menyadari keterbatasan dirinya sebagai makhluk hidup. Tampaknya tempaan puasa di Bulan Ramadhan dan dua bulan sebelumnya belumlah cukup jadikan mereka berpredikat shaleh.

Maka dari itu, Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center mengajak para jama’ah agar jadikan hari ini, 1 Syawwal 1447 H untuk meningkatkan keimanan sebagai potensi Ruhani menuju ketakwaan sebagai prestasi Ruhani. Cukup banyak warisan Atok-Nek di Bangka yang dapat dijadikan pijakan untuk berbuat baik sebagai estafet nabi-nabi terdahulu, tambahnya.

Selain itu Rusydi Sulaiman mengutip beberapa ayat suci Al-Qur’an dan Hadits sebagai penegasan materi khutbahnya yang durasi 25 menit di Masjid Agung Sungailiat tersebut.

Alhamdulillah Masjid Agung Sungailiat pagi itu cukup padat bahkan jama’ah berada di tenda-tenda luar masjid yang telah disiapkan panitia. Guru Besar tersebut tidak sendirian, tapi didampingi keluarga untuk tunaikan shalat dan sampaikan khutbahnya. Wassalam. (*)