Keranjang Belanja

Basung dan Peradaban Kampung, Pondok Pesantren Daarul-Wafaa’ Terima Belasan Santri Baru

Daftar Isi Konten

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Basung atau basoeng adalah dusun tua di Desa Permis yang secara administratif induknya adalah Rajik Kecamatan Simpang Rimba Bangka Selatan, darinya lahir tokoh-tokoh besar; ulama, guru, dokter dan profesional termasuk Prof.Dr.Hatamar Rasyid, M.Ag.

Basung yang dulunya hutan rimba seperti lukok di Kemuje berisikan bukit, Aek dan kelekak yang terkesan sangat rawan dan menakutkan kemudian menjadi dusun (kampung kecil) terdiri dari beberapa bubung. Selanjutnya diharapkan menjadi pusat peradaban Islam.

Dari hampir 20 hektare lahan yang mulanya milik keluarga H.Murdiman menjadi 13 hektare diwakafkan atas nama Siti binti H.Ishak (ibu dari H.Murdiman dan H.Sukarni serta 6 saudara lainnya) kepada Yayasan Daarush-Shafaa wal-Wafaa’.

Kemudian, berdirilah sebuah Pondok Pesantren Daarul-Wafaa’ atas idealisme beberapa tokoh, yaitu: H.Rustam, H.Azhim dan H.Hasan serta beberapa ustadz, yaitu: Edward Setiawan, Habib Salim al-Haddad, al-Fikar Moris, H.Sukarni, Salmi dan tokoh masyarakat Basung Permis.

Direktur Madania Center yang juga Pengawas Yayasan Daarush-Shafaa wal-Wafaa’, Rusydi Sulaiman menegaskan bahwa Ustadz Suhardiansyah, Lc.M.A. adalah pengasuh utama pesantren tersebut sekaligus juga ketua yayasan Daarush-Shafaa wal-Wafaa’.

“Suhardiansyah adalah putra asal Belinyu Bangka yang menuntut ilmu selama dua dekade di Al-Azhar University dan perguruan tinggi lain di Mesir. Peran pengasuh tersebut sangat dibutuhkan untuk penguatan kelembagaan pondok pesantren tersebut,” kata Rusydi.

Beberapa ustadz alumni KMI Darussalam Gontor; Alvi Syahrin, M.Syafiqul Muflih, M.Haspi Rohyan, pegawai dan beberapa tokoh masyarakat Basung Permis juga mendukung keberlangsungan pendidikan.

Hari ini, 10 juli 2024 M, bertepatan dengan 4 Muharram 1446 H, berlangsung pembekalan pengasuh utama dan pengurus yayasan bagi belasan santri baru yang siap menetap di lingkungan pesantren setelah diseleksi baca tulis Al-Qur’an dan amalan harian, juga bagi wali santri tersebut.

Tak hanya itu, pihak yayasan juga memberikan beasiswa untuk 5 calon santri terbaik. (*)

 

Artikel terkait lainnya: