Keranjang Belanja

Dharma Sadhana untuk NKRI, Rusydi Sulaiman Ajak Pemuda Hindhu Tingkatkan Wawasan Kebangsaan

Daftar Isi Konten

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Menarik ketika puluhan pemuda Hindhu dari berbagai daerah di Kepulauan Bangka Belitung hadir menyatu dalam forum workshop atau seminar tentang “Organisasi Pemuda Keagamaan sebagai Pelopor Kerukunan Umat Beragama”.

Kegiatan ini digagas oleh Bimas Hindhu Kanwil Kementerian Agama RI Provinsi Bangka Belitung, Ahad (16/6/2024).

Dalam kesempatan itu, Direktur Madania Center Babel, Rusydi Sulaiman secara umum membahas tentang posisi strategis NKRI, etnis dan agama di Indonesia dan lebih spesifik Bangka Belitung, posisi Hindhu, baru menitikberatkan pada peran pemuda Hindhu dalam beragama dan berbangsa di NKRI ini.

Menurutnya, ada tiga jalur yang dapat ditempuh oleh para pemuda. pertama, legal formal, yaitu mengambil peran dalam birokrasi pemerintahan (eksekutif, legislatif dan yudikatif). Kedua, substantif, yaitu berkomitmen menjadi akademisi, fakar bidang tertentu. Ketiga, social transformation, yaitu memegang lembaga non-governmental untuk pemberdayaan masyarakat.

“Bila pemuda berharap diakui publik di kemudian hari, maka ia mesti berjuang keras dan bekali dirinya dengan seabrek ilmu. Pendewasaan diri diperlukan sehingga bijak hadapi masalah di tengah masyarakat,” jelas Rusydi.

Rusydi Sulaiman yang juga sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Bangka Belitung mengajak para pemuda Hindhu untuk meningkatkan wawasan kebangsaan.

“Kerukunan akan terwujud bila kita saling menghargai satu sama lain, baik di internal agama maupun antar umat beragama. Peserta sangat antusias untuk sesi satu yang berlangsung tiga jam,” ujarnya.

Diakhir sesi kegiatan, Rusydi juga memberikan buku kepada tiga penanya sebagai bentuk apresiasi.

Sementara itu, tokoh Hindhu sekaligus ASN di Bimas Hindhu Kanwil Kemenag RI Provinsi Babel, I Nengah Wardiasa menjelaskan tentang arti Dharma Sadana untuk NKRI.

“Arti dharma sedana yaitu pelaksanaan ajaran dharma secara mendalam dalam arti memahami ajaran agama itu kedalam hati melalui pengekangan diri melalui cara berpikir, berkata dan berbuat secara lebih baik lagi,” jelasnya.

Kegiatan tersebut juga mengundang beberapa tokoh untuk menjadi narasumber, sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. (*)

Artikel terkait lainnya: