Seleksi Calon Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kanwil Kementerian Agama RI Bangka Belitung, Rusydi Sulaiman Dukung Langkah Strategis Kemenag RI

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Kementerian Agama RI adalah salah satu lembaga setingkat dibawah presiden yang terus berbenah. Cukup banyak program inovatif yang telah dilakukan sehingga beberapa reward pun diterima atas prestasi tersebut.

Program-program tersebut diturunkan ke semua Kantor Wilayah Kementerian Agama RI di provinsi untuk ditindaklanjuti. Salah satu program adalah asesmen berupa seleksi calon kepala KUA. Tak ketinggalan kepala KUA dan penghulu di Provinsi Bangka Belitung.

Terkait hal tersebut, Kanwil Kemenag RI.Bangka Belitung menetapkan beberapa orang penguji, yaitu: Pril.Marori, S.T.MM ( Plt.Kakanwil Kemenag RI.Bangka Belitung), Drs.Ahmad Lutfhi (Waketum MUI Bangka Belitung, Abdul Rohim, S.Ag., M.H. (Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag RI.Bangka Belitung) termasuk Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, Ketua Bidang Fatwa dan Penelitian MUI Provinsi Bangka Belitung.

Semua kepala KUA dan beberapa penghulu tertentu dievaluasi diri dan diuji kemampuan mereka dalam beberapa aspek sesuai bidang dalam jabatan tersebut, yaitu kepala KUA dan penghulu di lingkungan Kementerian Agama RI., seperti; kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, kitab kuning ( al-Kutub as-Salafiyah) dan wawasan keagamaan.

Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center memberi empat masalah kekinian, kemudian setiap peserta memilih satu masalah untuk ditanggapi dan dianalisis berikut sumber atau referensi untuk memperkuat argumentasi.

Kegiatan tersebut berlangsung dua hari, 12-13 Febuari 2026, bertempat di Kanwil Kementerian Agama RI.Bangka Belitung.

Menurut Rusydi Sulaiman, kegiatan asesmen semacam ini sangatlah penting untuk meningkatkan reputasi kelembagaan KUA. Ia mendukung langkah strategis tersebut. Seorang kepala KUA, lebih spesifik penghulu wajib menguasai ilmu-ilmu dasar keislaman dan aspek-aspek terkait kepenghuluan. Maka dari itu menarik bila penghulu memiliki bekal bahasa arab dan memahami Kitab Kuning sebagai referensi.

Kegiatan asesmen tersebut berjalan lancar. Mudah-mudahan ada hikmah terdalam. Wassalam. (*)