Kajian Rutin Bulanan di Masjid Agung Sungailiat, Rusydi Sulaiman: Memuliakan Nabi-Nabi Allah

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Satu hal yang membedakan nabi dan rasul dari pada manusia umumnya adalah mukjizat–sesuatu yang melemahkan orang-orang yang melawannya,”Maqruun bit-Tahaddiy ma’a ‘adamil-Mu’aaradhah”. Hal tersebut melekat dan terbatas pada nabi dan rasul, tanpa ada perlawanan dari siapapun.

Dengan demikian, mereka kemudian dimuliakan atas semua manusia bahkan makhluk diatas biosfir bumi. Lebih dari itu, nabi dan rasul tertentu dianugerahkan kepadanya mukjizat tertentu. Terkhusus Nabi Muhammad, melekat kepadanya beberapa mukjizat, melebihi nabi-nabi yang lain–aqwaahaa ( lebih kuat), akmaluhaa ( lebih sempurna), waazhharuhaa ( dan lebih jelas).

Atas dasar itu, pada malam ini, Ahad, 15 Febuari 2026, Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag., Ketua Bidang Fatwa dan Penelitian MUI Provinsi Bangka Beliau mengangkat tema tentang:” Memuliakan Nabi-Nabi Allah”. Menurutnya, mereka adalah pribadi-pribadi pilihan. Allah pun memuliakan mereka. Jangankan manusia biasa, se “kelas” wali tak mampu menyamai derajat terendah nabi (al-Waliy laa yablughu adna darajatin-Nabi sekalipun ia dikatagorikan pribadi yang terjaga dari dosa dan intens beramal shaleh serta juga dalam maqam al-‘Aarif Billah”.

Nabi dan rasul serta pribadi pilihan memiliki kekuatan intuisi dan illuminasi dalam mencerna sesuatu dan alam disekitarnya. Dibekali kepada mereka akal potensial. Maka dari itu, logis bila mereka dimuliakan. Terlebih Nabi Muhammad, sosok yang paling diutamakan Allah, Dzat yang Maha Suci, tegasnya.

Alhamdulillah kajian malam tersebut berjalan lancar, dan tak terusik walaupun ada keramaian menjelang pembukaan pawai obor menjelang Bulan Ramadhan. Wassalam. (*)