MADANIA CENTER BABEL — Suasana Rumah Dinas Bupati Bangka dipenuhi nuansa religius saat Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag, menyampaikan taushiyah dalam rangka Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Bangka, Senin (23/2/2026) bertepatan 5 Ramadan 1447 Hijriah.
Dalam ceramahnya, Rusydi tidak hanya menyampaikan pesan spiritual Ramadan, tetapi juga mengurai sejarah kampung-kampung tua di Pulau Bangka, khususnya Desa Kemuja di Kecamatan Mendobarat.

Ia menjelaskan bahwa kampung-kampung di Bangka terbentuk dari proses panjang sejarah dan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur atau Atok-Nek terdahulu. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi karakter masyarakat Bangka hingga hari ini.
“Tradisi yang memuat nilai-nilai kearifan lokal ini harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi berikutnya,” ujarnya di hadapan jamaah.

Rusydi juga mengaitkan nilai sejarah dan budaya tersebut dengan momentum Ramadan. Ia menyinggung konsep Arba’atun Hurum (empat bulan yang dimuliakan dalam Islam) sebagai pijakan untuk memperbanyak amal kebajikan, terlebih di bulan suci.
Menurutnya, simbol budaya seperti sungkok resam dan telesan bukan sekadar atribut, tetapi representasi kehormatan (muru’ah) masyarakat Bangka yang harus dirawat.

“Identitas dan kehormatan masyarakat kepulauan ini dibangun dari nilai-nilai tersebut. Jangan sampai tergerus oleh zaman,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bangka, Fery Insani SE.,MM, Wakil Bupati Syahbudin, S.IP, M.Tr.Ip, Danlanal Bangka Belitung, Ketua DPRD Bangka Jumadi, Ketua MUI Bangka Drs. KH Syaipul Zohri dan beberapa pengurus, Kepala Pengadilan Negeri Bangka, Kapolres Bangka, Pimpinan BSI Bangka Ketua BPP Masjid Agung Sungailiat Bangka, Teja Laksana, Kepala Kemenag RI. Kab.Bangka, Syarifudin, M.Pd dan para undangan lainnya.
Safari Ramadan ini menjadi agenda rutin pemerintah daerah sebagai sarana dakwah dan silaturahmi selama bulan suci.
Usai taushiyah, kegiatan dilanjutkan dengan Salat Magrib berjamaah dan buka puasa bersama.
Menjelang akhir acara, H. Idham Supri, tokoh Desa KaCe Mendobarat, sempat berdialog dengan Bupati serta menyerahkan proposal pengadaan mobil ambulans dan renovasi gedung sekolah dasar di desa tersebut.
Safari Ramadan Pemda Bangka pun diawali dengan pesan kuat tentang sejarah, identitas, dan pentingnya menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari religiusitas masyarakat. (*)





