MADANIA CENTER — Tepat Ahad malam, 14 Juni 2026, serial kajian bulanan di Masjid Agung Sungailiat berlangsung sebagaimana biasanya dengan belasan peserta tetap. “Sirah Nabawiyah ” merupakan tema besar kajian tersebut.
Agak spesifik materi malam itu adalah muatan QS.Al-Kahfi (14):66), yaitu: dialog antara Nabi Musa dan Nabi Khidir terkait perolehan ilmu pengetahuan. Musa a.s. merasa kurang bekal ilmu, maka beliau mengajukan izin agar Khidir berkenan berikan ilmu yang telah diajarkan Allah kepadanya ( Khidir).
Ketika Musa a.s. selalu saja bertanya dan memperdebatkan sikap Khidir a.s., maka Nabi Khidir menegurnya bahwa ilmu hikmah tidak mudah didapat, kecuali orang tertentu. Itu sebabnya Nabi Musa izin mengikutinya.
Menyikapi ayat tersebut, Rusydi Sulaiman, Direktur Madania Center menegaskan bahwa ilmu diperoleh melalui beberapa tahapan pengetahuan hingga hasilkan gagasan, pemikiran bahkan teori tertentu. Berbeda dengan hikmah (rusdan) karena begitu banyak kebaikan dalam diri seseorang. Hal itu bersifat perolehan dan atau penganugerahan dari Allah Swt. teruntuk manusia pilihan, yaitu orang-orang bijak.
Orang bijak dekat dengan kebenaran ( Haqq) dan kebajikan (birrun) tanpa tendensi sedikitpun, tambahnya. Guru Besar tersebut ajak jama’ah teguhkan adab (akhlak) untuk masa depan pendidikan. Sepintar-pintar anak didik belumlah cukup bila tidak berakhlak. Yang diinginkan dalam diri seseorang bukan sekedar akhlak, melainkan akhlak tertinggi sebagaimana ditegaskan Nabi Khidir. Wassalam. (*)





