MADANIA CENTER BABEL — Madania Center Bangka Belitung melakukan audiensi dan silaturahmi strategis dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (26/2/2026),
Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi dalam penguatan budaya literasi sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di tengah masyarakat.

Kepala BNNP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol. Eko Kristianto S.I.K., M.Si., mengungkapkan bahwa tren kasus narkoba di daerah tersebut menunjukkan peningkatan dan diibaratkan sebagai fenomena gunung es.

“Peredaran narkoba yang terjadi telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, sehingga diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya anggapan keliru di sebagian masyarakat yang mendalihkan penggunaan obat terlarang, termasuk doping, sebagai sesuatu yang dapat meningkatkan stamina atau kekuatan.

“Fenomena ini menjadi tantangan serius yang harus dijawab melalui edukasi dan literasi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Brigjen Eko mengapresiasi inisiatif Madania Center dan berharap sinergi ini menjadi titik balik dalam memperkuat gerakan pencegahan dan pemberantasan narkoba di Bangka Belitung.
Sementara itu, Direktur Madania Center yang juga Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Rusydi Sulaiman, didampingi Pebri Yanasari, M.A., Muhammad Rofiq Anwar, M.Pdi., Nikki Septianti Mayasari, M.Psi.Psikolog. dan Muhammad Isjoni menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan wujud tanggung jawab moral dan akademik dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui penguatan budaya literasi.
Menurutnya, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi sosial dan literasi kesehatan yang mampu membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, termasuk bahaya narkoba.
“Melalui sinergi program edukasi, pendampingan komunitas, serta kampanye literasi berbasis nilai-nilai keagamaan dan sosial, kami siap menjadi mitra strategis BNNP dalam menciptakan masyarakat yang sadar, kritis, dan berdaya,” ujarnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Ketua APDESI Merah Putih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. Muzzilin; Ketua PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Muhammad Fathurrahman; Ketua Karang Taruna Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Haidir Asnan, S.Kom.; Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol. Ichlas Gunawan; Kabag Umum BNNP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eryan Noviandi, S.SH.; Katim Rehabilitasi BNNP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dr. M. Arga Saputra; serta Katim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Peni Januarti, S.E.
Kolaborasi ini diharapkan melahirkan gerakan literasi yang masif dan berkelanjutan sebagai fondasi dalam mewujudkan Bangka Belitung yang bersih dari narkoba.
Sebagai langkah konkret, kedua belah pihak akan menulis dan menerbitkan buku terkait hal tersebut. Realisasi terhadap itu, berikutnya dilakukan penandatangan kerja sama (MOU) di sekretariat Madania Center. (*)





