Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di Masjid Ar,-Razzaq Kampak Pangkalpinang. Rusydi: Mengenang Sejarah Nabi Muhammad sebagai titik balik peradaban dunia”

Bagikan

MADANIA CENTER — Agak berbeda suasana masjid yang berlokasi di Kampak Pangkalpinang saat memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. Tidak sebatas ceramah, melainkan ada penampilan Hadrah asuhan KH.Ali Wafa, pimpinan Pondok Pesantren Miftahul-Khairat. Grup tersebut bernama Majelis Yasin Tahlil, terdiri dari santri-santri yang menetap di pondok pesantren kyai tersebut, diundang oleh Masjid Ar-Razzaq yang diketuai oleh Ustadz Amrullah M.S.I.

Taushiyah yang disampaikan oleh Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag. dimulai jam 21.15 lewat dan berakhir jam 22.00 wib. setelah sambutan ketua Masjid tersebut, dan juga sambutan ketua Majelis Yasin & Tahlil, Al-Habib Zaky.

Malam itu Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center mengurai tentang sosok Nabi Muhammad saw. dan beberapa keutamaan yang melekat padanya, terkhusus pewahyuan Al-Qur’an.

Bila nabi-nabi tertentu dianugerahkan mukjizat, Muhammad saw. memiliki lebih banyak, lebih kuat dan lebih memiliki keutamaan. Misalnya peristiwa Isra’ Mikraj dalam Qur’an Surat Al-Isra’ (17) ayat 1, didahului kata,”subhaana”, Maha Suci Allah, artinya disampaikan untuk menegaskan bahwa peristiwa tersebut sangat dahsyat ( Li Dzikri al-Asyyaa’i al-‘Ajabiyah al-Mu’jizati”). Belum lagi beberapa mukjizat lainnya.

Kelahiran Nabi Muhammad juga diiringi dengan beberapa peristiwa penting selain serangan Raja Abrahah dan pasukan gajahnya. Begitu juga selama hidupnya, Muhammad saw. sangat tegas menjalankan dakwahnya, maka tidak ada alasan bila pribadi terbaik itu paling diutamakan oleh Allah Swt. dari seluruh nabi bahkan dari nabi-nabi Ulul-Azmi. Dalam sejarah manusia, ia terus dikenang hingga kini. Maka dari itu, marilah bershalawat kepadanya.

Mengakhiri taushiyahnya, Guru Besar tersebut mengajak jama’ah meneladani Rasulullah dengan cara mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan kita dapatkan syafa’at darinya di akhirat kelak. Wassalam. (*)