Terjadwal di Masjid Al-Falah Pangkalpinang Kep.Bangka Belitung, Rusydi Sulaiman Ajak Teladani Tokoh Bijak, Lukmanul-Hakim

Bagikan

MADANIA CENTER — Bersyukur kepada Allah Swt. adalah kewajiban kita kepada Allah walaupun hal itu tidak Allah perlukan, karena Allah, Dzat yang Maha Kaya dan Maha Terpuji, begitu bunyi taushiyah Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag, Ketua Bidang Fatwa dan Penelitian MUI ( Majelis Ulama Indonesia) Bangka Belitung saat menjadi khatib Jum’at di Masjid Al-Falah, 28 Agustus 2026.

Selanjutnya secara mendalam, Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center mengulas ketokohan Lukman yang melekat kepadanya hikmah ( sikap bijak) dalam QS.Luqman (33):12), bersumber dari Allah. Intensitas kebaikan menjadikan seseorang bertambah bijak. Maka dari itu anjurannya adalah bersyukur kepada Allah.

“Al-Hamdu Ra’susy-Syukri”, pujian itu puncak syukur. Maka, orang yang senantiasa bersyukur dipastikan memuji Allah. Allah hakikatnya memiliki hak dipuji ( Haqiiqun bil-Hamdi).

Orang yang tidak bersyukur berarti kafir, dalam pengertian ia tidak pernah bersyukur atas anugerah yang telah dilimpahkan kepadanya ( kufrun-Ni’mah), dan kategori tertinggi adalah “kufrul-‘Aqiidah”, penegasiann Allah Swt. sebagai Tuhan atau atheis.

Mudah-mudahan kita sebagai hamba-Nya tidak bersikap kufur , melainkan selalu memuji Allah. Maka dari itu, belajar dari ketokohan Luqman, orang bijak. Wassalam. (*)