MADANIA CENTER BABEL — Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan khas Nusantara ( indigenous institution) yang kemunculannta jauh sebelum Indonesia merdeka.Artinya kontribusinya terhadap pencerdasan Bangsa sangatlah signifikan.

Dalam sejarah perjalanannya, pesantren bergerak dengan caranya sendiri termasuk dalam hal pendidikan, maka sebagian disebut bercorak salafi (tradisional) dan sebagian lain bercorak khalafi (modern), namun ada juga yg mengadopsi keduanya. AL-Islam disebut moderat karena mengelola beberapa tingkat madrasah formal yang berafiliasi ke Kementerian Agama RI. Namun demikian corak tradisional kepesantrenannya tetap dipertahankan.

Atas dasar itu dan setelah begitu lama hadir di Pulau Bangka, para pengelola lembaga ini menganggap perlu bekerja sama dengan beberapa pihak untuk penguatan pendidikan. Akhirnya Pengurus Yayasan Pondok Pesantren memutuskan untuk berkunjung ke beberapa lembaga– bersilaturrahim, berkoordinasi dan berkomsultasi.

Selama empat hari hari kunjungan, Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka Sempatkan bertemu Prof.Dr.Nyayu Khodijah, M.Si., Direktur KSKK Madrasah Kemenag RI., Senin, 8 September 2025, jam 14.30 wib. di ruang kerjanya, dan keesokan harinya, bertemu Prof.Dr.Suyitno, M.Ag, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI., Selasa, 9 September 2025 di ruang kerjanya jam 09.45 wib. Alhamdulillah maksud silaturrahim dan konsultasu kepada kedua pejabat Kemenag RI Pusat tersebut terwujud.

Dari hasil pertemuan pertama dengan Direktur KKSJ Madrasah tersebut, disarankan Al-Islam ajukan proposal utk rehab ruang kelas Madrasah. Sarannya bahwa hal-hal tehnis terkait persyaratan dan semacamnya bisa ke Ari Rahman, salah satu kasubdit yang kebetulan hadir dalam pertemuan tersebut. Adapun Dirjen Pendidikan Islam menyarankan Al-Islam agar perkuat SDM dan kelengkapan terkait bila ingin perkuat kelembagaan pesantren., seperti kesiapan perguruan tinggi dan penambahan lembaga setingkat lembaga yang sudah ada.Rusydi Sulaiman, Dewan Pembina yang juga Direktur Madania Center Bangka Belitung berharap kepedulian Kementerian Agama RI. terhadap kelembagaan pondok pesantren. Pengurus yayasan pastinya mengamini hal tersebut.

Alhamdulillah waktu lama menunggu dua pejabat penting tersebut tercapai, dan beberapa hal diperbincangkan. Wassalam. (*)





