Kuliah Peradaban di Pondok Pesantren Al-Hikam Kemayoran Bangkalan, Rusydi Sulaiman Ajak Para Santri Teguhkan Diri di Awal Tahun Baru Islam

Bagikan

MADANIA CENTER — Perayaan tahun baru masehi selalu saja disikapi dengan kemeriahan berlebihan, tapi tidak demikian tahun baru Islam, agak sepi. Fenomena berbeda tersebut pastinya agak mengusik ghirah keagamaan umat Islam yang mayoritas di negeri ini.

Namun demikian, sebagai lembaga pendidikan tertua di Nusantara, pondok pesantren tidak mempersoalkan itu. Tahun Baru Islam setiap tahun diperingati dengan bermacam cara , termasuk Pondok Pesantren Al-Hikam Kemayoran Bangkalan. Kehadiran Rusydi Sulaiman ke lembaga tersebut setelah kegiatan penelitian di Jawa Timur dimanfaatkan oleh Prof.Dr.KH. Hasan Syafi’i, M.Ag. untuk berikan motivasi kepada para santri dalam rangka PHBI (Perayaan Hari Besar Islam), 1 Muharram 1448 Hijriyah sekaligus persiapan Haul Ibu Mertua KH.Hasan dan para sesepuhnya.

Dalam ceramahnya, Guru Besar dalam Kepakaran Bidang Pengkajian Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung tersebut mengajak para santri untuk meneladani orang-,orang bijak dalam sejarah manusia sebagai pijakan perkuat diri. Di awal tahun baru Islam ini adalah momentum yang sangat tepat. Para nabi misalnya adalah tokoh-tokoh tegar; kuat, perkasa dan penuh pengorbanan. Penganugerahan mukjizat dan karomah kepada sebagian mereka dikarenakan potensi yang dimiliki, tambahnya. Membekali diri dengan ilmu dan akhlak adalah salah satu kewajiban, juga dalam rangka itba’ kepada orang-orang bijak tersebut.

Seluruh santri dihadirkan malam itu, 12 Juni 2026 di aula pesantren. Sebelum kegiatan dimulai, Prof.Dr.KH.Hassn Syafi’i, M.Ag., pengasuh pesantren mahasiswa tersebut sampaikan sampaikan sambutan.

Mereka sangat antusias. Rusydi Sulaiman yang didampingi Gustin, M.Pd., Kaprodi KPI ( Komunikasi dan Penyiaran Islam) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sempatkan ziarah ke makam Syaikhona Holil Bangkalaniy. (*)