MADANIA CENTER — Ketika kata,”Kace” dicoba bergeser ke istilah,”KaCe” , maka sebagian orang bertanya bahkan mempertanyakan. Sekilas, bahwa Kace adalah desa atau kampung di Kecamatan Mendobarat Bangka yang mayoritas muslim, dimana di daerah tersebut terdapat beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat. Namun demikian, belum juga kesadaran beragama penduduknya kuat. Hal tersebut masih harus ditingkatkan.

Ketika disebut,”KaCe”, maka ada ghirah tertanam dalam diri agar desa tersebut menjadi Kawasan Cendekia. Belakangan ini beberapa upaya ke arah tersebut telah dilakukan. Terbukti ada beberapa sentra pendidikan di desa tersebut.

Selaras itu dan dalam rangka perkuat kesadaran religiusitas di kampung tersebut, Rusydi Sulaiman, Direktur Madania Center hadirkan al-Mukarram Dr.Khazri bin Osman, Pensyarah atau dosen UKM (Universiti Kebangsaan Malaysia) di sela kegiatan penelitiannya untuk memberi taushiyah di Masjid As-Salam–secara kelembagaan berada dibawah Yayasan Kawasan Cendekia Bangka Belitung di Desa Kace tersebut. Jadilah Pensyarah tersebut hadir pada Hari Selasa, ba’da Shalat Maghrib hingga waktu Isya’.
Tuan Guru Khazri uraikan tiga nilai, yaitu: nilai tauhid, nilai syari’ah dan nilai akhlak yang mestinya diperkuat dalam keseharian hidup. Tidak boleh ada kelalaian–terlalu mementingkan dunia daripada keakhiratan, tambahnya. Ia pun menjelaskan beberapa kasus orang-orang tertentu terkait dengan perolehan Rizki yang selalu saja menggoda setiap hamba Allah sehingga malas beribadah kepada-Nya.
Rusydi Sulaiman yang juga Guru Besar dalam Kepakaran Bidang Pengkajian Islam tegaskan bahwa tidak boleh ada kepatuhan kepada makhluk sehingga seseorang berbuat maksiat kepada Allah.. “laa thaa’ata limakhluuqin fii ma’shiyatillah”.
Alhamdulillah pengurus Masjid As-Salam sangat antusias dan Khidmah saat mendengarkan ceramah taushiyah yang betsung 40-an menit tersebut. Berikutnya berharap desa tersebut menjadi “Kawasan Cendekia” di Mendobarat dan umumnya di Bumi Serumpun Sebalai. Wassalam. (*)




