MADANIA CENTER — Pondok Pesantren selalu saja sibuk dengan rutinitasnya. Hampir tak cukup waktu memikirkan urusan tertentu yang semestinya juga perlu ditangani karena ada hubungannya dengan keberlangsungan pesantren secara umum.
Ketika sebagian lembaga khas Nusantara tersebut sudah bertransformasi dari pola salafiyah ( tradisional) ke khalafiyah ( modern) atau berada diantara keduanya, maka dipastikan beberapa hal akan menyentuh pesantren untuk disikapi termasuk kurikulum pendidikan. Sejak itu lembaga tersebut harus bekerja sama dengan beberapa pihak; instansi pemerintah, swasta lain dan lainnya.

Al-Islam Kemuja, sebuah pesantren tertua di Pulau Bangka dengan jumlah santri terbanyak di kepulauan ini, 1.700 orang termotivasi untuk berekspansi. Hari santri, 22 Oktober 2026 menjadi momentum. Insya Allah pesantren tersebut akan selenggarakan beberapa kegiatan selain upacara di Hari Santri tersebut.

Salah satu tokoh yang akan diajak kerja sama adalah Brigjen Pol.Murry Mirranda, S.I.K.M.H., Wakapolda Bangka Belitung asal Pulau Belitung, beristeri Nana Adham asal Pulau Bangka, tepatnya Kemuja, sebuah kampung tua di Mendobarat Bangka, dimana Pondok Pesantren Al-Islam berdiri dan bertahan hingga kini. Tepatnya, Rabu, 30 September 2026, pengurus YAPPI ( Yayasan Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka, jam 15.00 bersilaturrahim dengan Wakapolda tersebut di ruang kerjanya. Beberapa dibincangkan, terkhusus rencana kehadirannya di sela beberapa hari kegiatan peringatan Hari Santri.
Adapun yang ikut ke Wakapolda dari Pondok Pesantren Al Islam Kemuja :
Drs. H. Amzahri, Drs. Saimi, Ustadz Irsyadul Muttaqin..M. Humas, Ustadz Ahmad Zami Hudaya. ST., Ustadz M. Jannatul Ulum..S.Kom.I, dan Ustadz Jamaludin. S.IP
Rusydi Sulaiman, Dewan Pembina yang juga ikut dampingi nampaknya senang dan menaruh apresiasi atas dukungannya terhadap kelembagaan Al-Islam, seraya berkata: sudah semestinya pesantren bekerja sama dengan pihak luar, terutama pesantren tua ini.
Pihak pesantren dan pihak luar sesungguhnya saling membutuhkan apapun bentuknya apalagi ketika pesantren dekat dan berada di hati masyarakat se bagaimana ditegaskan ketua YAPPI Kemuja Bangka, Drs.H.Amzahri yang juga hadir. Brigjen Murry spontan mengiyakan, dan juga pastikan hadir di pondok pesantren tersebut.
Sekilas balik ke sejarah Kemuja, Kakek dari Ibu Nana, isteri Wakapolda Bangka Belitung bernama H.Mufti adalah kepala Desa masa lalu Kemuja setalah Gegading desa tersebut, H.Djakfar. Menurut Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center dan juga salah satu Guru Besar di IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, H.Mufti adalah tokoh yang cukup berjasa dalam memperkuat peradaban. Maka dari itu sangat argumentatif bila gagasan kerja sama tersebut direalisasikan oleh pihak yang ada kaitannya dengan sejarah Kemuja sebagai basis peradaban Islam di Pulau Bangka. (*)



