Di Hari Santri, Dampingi Dosen UKM Malaysia ke Pondok Modern Daarul Abror, Rusydi Sulaiman Kenang Masa Lalu Pesantren

Bagikan

KACE — Di sela-sela agenda penelitian, seminar, dan bedah buku selama di Bangka Belitung, Dr. Khazri bin Osman, dosen (pensyarah) dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), menyempatkan diri mengunjungi Pondok Modern Daarul Abror yang berlokasi di Desa Kace, Kabupaten Bangka.


Kunjungan yang berlangsung tepat pada Hari Santri, Kamis (22/10/2026) tersebut dilakukan sebelum Dr. Khazri bertolak kembali ke Malaysia melalui Bandara Depati Amir, Pangkalpinang. Dalam peninjauan singkat ini, ia didampingi oleh Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., beserta istri, serta Namlul Wadi, M.Pd.
Momen mendampingi akademisi asal Negeri Jiran tersebut rupanya membangkitkan nostalgia tersendiri bagi Prof. Rusydi Sulaiman. Guru Besar IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung itu teringat kembali pada masa-masa kehidupannya saat menimba ilmu di pesantren yang penuh dengan dinamika suka dan duka.


“Rasa suka dialami karena memiliki banyak teman dari berbagai daerah di Nusantara hingga luar negeri, hidup menyatu dalam kebersamaan di bawah bimbingan para ustaz dan kiai yang berkhidmat 24 jam. Sementara dukanya adalah saat harus jauh dari orang tua dan kerabat,” kenang Rusydi.

Meski demikian, menurutnya seluruh proses tersebut selalu dinikmati oleh para santri. Ada atau tidak ada uang, pihak pesantren senantiasa memastikan kebutuhan makan para santrinya tetap terjamin.


Lebih lanjut, Rusydi menegaskan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan asli Nusantara (an indigenous institution) yang berakar kuat di hati masyarakat. Seluruh aktivitas dan tata kelola di dalamnya senantiasa bernuansa pendidikan.

Hal itu pula yang terlihat di Pondok Modern Daarul Abror, Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat. Berdiri selama lebih dari satu dekade, pesantren ini kini membina hampir dua ribu santri putra dan putri. Secara formal, lembaga pendidikan di dalamnya berafiliasi dengan Kementerian Agama RI serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, dengan menerapkan kurikulum lokal Tarbiyatul Mu’allimin al-Islamiyah (TMI).

Sementara itu, Dr. Khazri bin Osman mengaku sangat berkesan dan senang dapat melihat langsung suasana Pondok Modern Daarul Abror meskipun dalam waktu yang singkat.
Rusydi Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Direktur Madania Center sekaligus pengurus Badan Wakaf lembaga tersebut, menambahkan bahwa para santri dibina secara intensif agar kelak tumbuh menjadi generasi yang berperadaban.

Usai peninjauan tersebut, rombongan mengantarkan Dr. Khazri menuju Bandara Depati Amir. Rangkaian kunjungan akademis dan silaturahmi selama beberapa hari di Bangka Belitung ini diharapkan dapat mempererat tali kerja sama antara perguruan tinggi di Bangka Belitung dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) di masa mendatang.