MADANIA CENTER BABEL — Bila ditanyakan perihal manusia pertama di biosfir bumi ini, maka dua persepsi dapat dirujuk, yaitu: pertama, secara evolusi biologis, manusia berasal dari bentuk- bentuk kehidupan pra manusia, disebut genus homo, sezaman dengan semua spesies hidup lain, lalu bergeser menjadi homo sapiens, lalu spesies hominid. Berarti manusia telah hidup 20-25 juta tahun silam. Bila kemunculan manusia identik dengan bangkitnya kesadaran, maka manusia Neanderthal bercampur dengan Sapienter sebagai varietas homo Sapiens, 70.000-40.000 tahun silam. (Arnold Toynbee, 2007:29-31); kedua, persepsi agama, yaitu kejatuhan manusia bernama Adam as. Boleh juga disebut “Mode Spiritual”.
Terkait dengan Adam as. sebagai nabi pertama dalam perspektif ulama, diurai dalam kajian bulanan Sejarah Peradaban Islam di Masjid Agung Sungailiat Bangka, Ahad, 13 juli 2025 oleh Rusydi Sulaiman, Guru Besar dalam Kepakaran Pengkajian Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.

Nabi pertama tersebut sejak kejatuhannya di bumi, menurut Rusydi Sulaiman, sudah ditegaskan sebagai orang yang mengesakan Tuhan, Allah Swt. dikaitkan dengan QS.Ali Imran (3):96-97), yaitu sejarah awal pembangunan Baitullah di Kota Mekkah ( Bakkah). Hal itu diperkuat dengan Kitab Tafsir Ath-Thabariy, Adam as.shalat didalamnya dan berthawaf di sekelilingnya (shallaa fiihi wa thaafa bihil).
Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center menyebutkan “Buq’ah Mubaarokah”, istilah yang melekat pada bangunan Ka’bah ( baitullah) sebagai pijakan awal Monotheisme ( keyakinan menyembah satu Tuhan), yaitu Allah Swt. yang satu-satu-Nya dzat yang disembah oleh alam semesta termasuk manusia; “al-Khaaliqul-Ma’buud, wa Nahnu Na’buduhu”.

Kemudian jauh melangkah beberapa nabi hingga sampai Ibrahim as. sebagai estafet; diperintahkan untuk merenovasi baitullah ( al-Qowaaid minal-Baiti), dalam QS.Al-Baqarah (2):127-129, dan diakhiri oleh Muhammad saw. (al-Hajarul-Aswadu) sebagai penutup (Khaatmun-Nabiyyiiin).
Tegas Direktur Madania Center tersebut, bahwa siapapun yang melanjutkan, maka yang mengawali sejarah kemanusiaan adalah Adam as. Apalagi nabi pertama tersebut telah diajarkan Allah semua nama seluruhnya ( “wa’allama Aadamal-Asmaa’a kullaha”, dalam QS.Albaqarah(2): 31) sehingga sebagian ulama menambahkannya predikat Ulul Azmi yang keenam walaupun secara anak didik kita sebelumnya secara umum diajarkan sejumlah Ulul Azmi. Sangat argumentatif pendapat tersebut karena diantara Adam as. adalah sosok tokoh yang pertama kali menyatakan ketauhidannya ( Monotheisme) di biosfir bumi. Bayangkan bila tidak ada nabi pertama tersebut.
Alhamdulillah kajian Ahad malam tersebut berjalan lancar walaupun dengan jumlah yang tidak begitu signifikan. Berikut akan diurai orang-orang bijak pasca manusia pertama tersebut. (*)





