MADANIA CENTER BABEL — Manusia adalah bagian dari biosfir bumi, dan tergantung kepadanya keberlangsungan dan ketidakberlangsungan kehidupan. Maka dari itu otoritas kekhalifahan atau kepemimpinan harus dipegang orang tertentu untuk tujuan kebaikan agar sentuhkan keberkahan bagi manusia disekitarnya.
Pagi ini, Ahad, 13 juli 2025, Rusydi Sulaiman, Direktur Madania Center Bangka Belitung yang terjadwal memberikan taushiyah shubuh di Masjid Al-Hadayah Pangkalpinang terpanggil untuk mengurai tentang keberkahan, diantaranya karena imam Shalat Shubuh, Ustadz Zulkifli membaca beberapa ayat awal dalam Surat Al-Mulk (Juzz 29) dan juga menyikapi euforia memimpin dalam perhelatan PILKADA, baik Kabupaten Bangka maupun Kotamadya Pangkalpinang hubungannya dengan keberkahan hidup masyarakat yang akan dipimpin.

Rusydi Sulaiman yang juga Ketua Bidang Fatwa dan Penelitian MUI (Majelis Ulama Indonesia) Bangka Belitung menegaskan bahwa keberkahan itu berlangsung, berada di tangan ( kekuasan) yang menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji manusia; siapakah yang banyak berbuat baik.
Dalam konteks itu, Allah telah menurunkan/ menjatuhkan manusia pilihan–orang-orag bijak ke bumi sehingga terwujud keberkahan. Faktanya mereka diuji dalam hidupnya oleh umatnya dan lingkungan sekitar. Sebagian menerima, dan sebaliknya sebagian menolak bahkan mengancam nya. Allah bukakan keberkahan ketika penduduk negeri beriman dan bertakwa kepada Allah, dalam QS. Al-A’raaf (7):96–artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri- negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami bukakan keberkahan kepada mereka dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan oleh perbuatannya”).

“Siapa lalu yang akan kondisikan negeri ini, lebih spesifik kepala daerah agar masyarakatnya menjadi baik ( beriman dan bertakwa)? Maka pilihlah orang baik; berbuat baik, sebaliknya tidak merasa lebih baik atau lebih agamis, dan senang berbuat baik sehingga menjadi bijak. Kebijaksanaan identik dengan intensitas kebaikan,” katanya.

Mengakhiri taushiyahnya di Masjid Al-Hidayah tersebut, Dekan FDKI ( Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengajak para jama’ah agar senantiasa berbuat baik dan mendidik anak menjadi orang baik. Bila mereka besar dan menjadi pemimpin, insya Allah mereka tebarkan kebaikan. Pemimpin yang baik dan bijak sentuhkan keberkahan di bumi. Wassalam. (*)





