MADANIA CENTER BABEL — Begitu banyak sentra pendidikan Islam di negeri ini dengan beragam istilah yang digunakan termasuk majelis taklim, sebuah forum kecil atau terbatas untuk pembelajaran Agama Islam. Fakta kelembagaannya sejak dulu hingga saat ini, lebih spesifik majelis taklim di Bangka Belitung mengusik titik kesadaran Kanwil Kemenag RI. Bangka Belitung melalui Bidang Bimas sehingga selenggarakan kegiatan Pembinaan POKJA Majelis Taklim tersebut pada Hari Kamis, 21 Agustus 2025 di Renz Hotel Pangkalpinang Prov.Kepulauan Bangka Belitung.

Terkait dengan hal tersebut, diundang dua narasumber, yaitu: Ichsan Habibi, M.A. dan Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag., Ketua Bidang Fatwa dan Penelitian MUI Bangka Belitung. Ikut serta 24 orang terdiri dari para pengelola majelis taklim se-kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan yang dibuka resmi oleh Abdul Rohim, Kabid Bimas yang mewakili Plt.Kakanwil Kememenag RI. Bangka Belitung berlangsung setengah hari (half day). Ichsan Habibi, pengurus PWNU Bangka Belitung tersebut menguraikan tentang muatan ajaran Agama Islam sebagai materi inti majelis taklim setelah sebelumnya dibahas sekilas tentang pengertian sentra belajar tersebut.

Adapun Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center Bangka Belitung membahas tentang majelis taklim dalam konstalasi politik dunia global dan langkah strategis pengelolaannya. Sebagaimana yang tertuang di dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019. Menjelaskan tentang; syarat, tata kelola, pendaftaran, dan pembinaan majelis taklim.
Menurutnya, tidak mudah mengelola sentra belajar tersebut, baik secara internal maupun eksternal. Namun demikian, ditemukan beberapa majelis taklim yang manajemen kelembagaannya cukup rapi selain diwarnai beberapa program monumental. Sudah saatnya majelis taklim berbenah dan perkuat kelembagaannya. Beberapa aspek disyaratkan, antara lain: pertama, hakikat, fungsi, misi dan visi lembaga; kedua, ruh atau jiwa yang ditanamkan; ketiga, prinsip kelembagaan; keempat, tradisi dan nilai-nilai dasar Agama Islam yang diinternalisasikan, tambahnya.

Nampaknya para peserta POKJA Majelis Taklim Bangka Belitung yang diketuai oleh Siti Hafshoh di hari itu sangatlah antusias, dibuktikan ada 5 penanya. Di akhir acara, Rusydi Sulaiman atas nama Madania Center Bangka Belitung memberikan hadiah buku kepada perwakilan peserta. Setidaknya hal tersebut memberikan motivasi bagi peserta untuk penguatan Islam di kepulauan ini, khususnya kelembagaan majelis taklim. (*)





