MADANIA CENTER BABEL — Hampir semua masjid di negeri ini peringati kelahiran Muhammad Saw., Khataman-Nabiyyiin, begitu juga masjid-masjid di Kepulauan Bangka Belitung termasuk Masjid Al-Hafizh di Kompleks Rawa Indah KaCe Timur Pangkalpinang. Peringatan tersebut tidak hanya berlangsung di malam 12 Rabiul Awwal, tapi juga di satu-dua hari sebelum atau setelah bahkan ada yang rayakan selama Bulan Rabiul Awwal tahun Hijriyah tersebut.
Sikap antusias umat Islam di kepulauan ini terkait kelahiran Nabi Muhammad sangat tinggi, tidak hanya ceramah dan membaca kitab tertentu tentang riwayat nabi, tapi mereka lengkapi dengan makan bersama, disebut “Nganggung”, sebuah tradisi Melayu Bangka yang sudah mengakar, berlangsung dari generasi ke generasi sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki sepanjang tahun selain apresiasi kepada sosok yang dimuliakan. Rusydi Sulaiman, Guru Besar dalam Kepakaran Bidang Pengkajian Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyebut predikat “al-Insaan al-Kaamil” hanya ada dalam diri Rasulullah.

Perihal tersebut diuraikannya pada malam peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Hafizh tersebut, kamis malam, 4 September 2025 M/ 11 Rabiul Awwal 1447 H. Tidak begitu banyak penduduk kompleks di kawasan KaCe Timur tersebut yang hadir, mungkin terpecah dengan beberapa masjid dan majelis sekitar karena masing-masing adakan kegiatan serupa. Namun hal tersebut tak mengurangi i semangat jama’ah yang hadir; henung saat dengar ceramah.
Menurut Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center Bangka Belitung, al-Insaan al-Kaamil adalah predikat khusus identik dengan kekuatan logika (al-‘Aqlul-Mustafaad) dan ketajaman kalbu ( bashiirah) teruntuk Nabi Muhammad, Persentuhan ya dg Tuhan, Dzat yang Maha Suci. Rasulullah tidak hanya dimuliakan atas para nabi terdahulu bahkan atas Ulul Azmi.

Maka dari itu sangat argumentatif bila Nabi Agung tersebut kita agungkan dan peringati haul kelahirannya. “Allah dan Malaikat bershalawat kepadanya, maka kita juga demikian QS.al-Ahzaab (33): 56).
Kegiatan malam itu cukup semarak, dilanjutkan dengan makan bersama(Nganggung). Wassalam. (*)





