MADANIA CENTER BABEL — Dari beberapa literasi yang mesti diterapkan, baca tulis memiliki posisi paling tinggi tingkat keperluannya, terlebih mahasiswa. Hal itulah yang membedakan apakah seorang mahasiswa itu akademis atau tidak. Dosen apalagi, literasi baca-tulis tulis menjadi bagian dari kesehariannya.
Mencermati statemen diatas dan tujuan untuk menjadi lebih akademis sebagai sivitas akademika, Prodi Bimbingan Konseling Islam FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menggagas sebuah kegiatan strategis terkait literasi baca-tulis berkolaborasi dengan FISIP Universitas Bangka Belitung, dengan tema spesifik;” “Pelatihan Mandeley: Mengelola Referensi Karya Ilmiah Secara Mudah” pada Hari Kamis, 28 Agustus 2025.

Kegiatan ini dibuka resmi oleh Dekan FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag. . Dalam sambutannya, Dekan tersebut mengajak peserta kegiatan yang terdiri dari 50 mahasiswa dan beberapa dosen untuk membiasakan diri membaca dan menulis. Baca dimaksud adalah membaca cermat sehingga menemukan ide pokok dalam sebuah karya ilmiah.
Perlu juga membandingkannya dengan beberapa ide lain. Dan adapun tulis adalah menulis kinseptual–mengurai paragraf-paragraf secara sistematis sehingga menyatu dalam satu pokok pikiran, menghasilkan karya tulis tertentu.

“Mandeley adalah salah satu perangkat lunak manajemen referensi akademik yang bisa digunakan oleh para akademisi, penelitian dan lainnya untuk kesempurnaan karya tulis. Maka dari itu, literasi baca-tulis tulis mutlak bagi mahasiswa,” tambahnya.
Pelatihan Mandeley yang digagas oleh Prodi BKI dengan kaprodi, Nurvianty Cholid, M.Pdi. dan Sekprodi, M.Sholeh Marsudi, M.A. berjalan lancar. Beberapa narasumber dari FISIP Universitas Bangka Belitung adalah: Yudi Septiawan, M.Si (Fasilitator): Mirah Satria Alamsyah, S I P, M.A, J D. (Co-Fasil), Jamal Din Aulia, S.Hub.Int, M.H.I (Co-Fasil), Muhammad Amir Yusuf, S.I.P, M.A. (Co-Fasil), Endah Kurniati, S.S, M.H.I (Co-Fasil), Ainiyatul Latifah, S.Ag, M.Si (Co-Fasil), dan Dony Adiatmana Ginting, M.S. (Co-Fasi)

Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center sangat welcome dan berharap kegiatan semacam ini intens dilakukan. Wassalam.





