MADANIA CENTER BABEL — Tiada hari tanpa apresiasi kepada junjungan Nabi Agung, Muhammad saw. pengemban Kitab Suci Al-Qur’an yang bersumber dari Tuhan, Allah Swt. Terlebih di setiap Bulan Rabi’ul Awwal di tahun Hijriyah, intensitas shalawat bergema di kalangan umat Islam.
Rusydi Sulaiman, Guru Besar dalam Kepakaran Bidang Studi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menegaskan bahwa Allah Swt. dan Malaikat pun Bershalawat kepada nabi terakhir tersebut. Pastinya umat Islam terpanggil untuk lakukan itu; membaca shalawat sebanyak-banyaknya. Hal itu disampaikan dalam khutbahnya saat terjadwal di Masjid Jami’ Soeprapto Soeparno Pangkalpinang.
Banyak hikmah yang dapat diperoleh dari bacaan shalawat, setidaknya mengikat jiwa kita kepada Nabi Muhammad apalagi ketokohannya memberi keteladanan yang baik ( dalam QS.Al-Ahzaab (33):21). Namun tidak untuk semua orang kecuali mereka berpengharapan kepada Allah Swt. dan hari akhir serta mereka yang banyak berdzikir kepada-Nya.

Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center mengurai beberapa makna lain sebagai penegasan istilah Uswatun Hasanah dalam ayat diatas. Meneladani nabi setidaknya membiasakan diri mengucapkan kata baik ( kalimatun thayyibatun) dan menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak baik, tambahnya.
Tunaikan Shalat Jum’at di Masjid Jami’ tersebut memberikan sentuhan tersendiri bagi jama’ah terlebih suasana lingkungan asri.
Masjid yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung ini berdiri di atas tanah seluas 1.405 m2, dan mampu menampung sekitar 1.000 jamaah. Memiliki lokasi strategis, menuju Bandar Udara Depati Amir-Pangkalpinang, masjid ini dikenal juga sebagai Masjid Bandara, karena lokasinya sangat dekat dengan bandara.
Masjid tersebut dibangun pada tahun 1979 dan selesai sembilan tahun kemudian, wakaf dari H.Soeprapto Soeparno asal Mentok Kabupaten Bangka. Masjid yang diketuai oleh Muhammad Lukman, S.T. sempat direnovasi tahun 2019. (*)





