Pengajian Rutin Majelis Taklim As-Syifa Tuatunu Pangkalpinang, Rusydi Sulaiman Ajak Lestarikan Tradisi Mengaji Al-Qur’an di Kampung Bangka

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Begitu nilai-nilai ajaran Agama Islam yang sejak dahulu mentradisi di kampung Bangka, kini agak berkurang dan mulai ditinggalkan masyarakat. Bayangkan sebagian anak-anak remaja di sekitar kita tidak bisa membaca Al-Qur’an sebagai sumber utama. Bisa jadi ada yang tidak mengenal huruf arab apalagi menulisnya.

Fakta ini lebih disebabkan oleh pengaruh media sosial dan rendahnya pengawasan orang tua terhadap putra-putri mereka. Nampaknya malu sebagian orangtua bila tidak membelikan mereka Handphone, sementara benda tekhnologi itulah yang menghambat tradisi mengaji tersebut.

Perihal tersebut yang menjadi pengantar materi pengajian dengan narasumber Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag., Direktur Madania Center Bangka Belitung, bertempat di Majelis Taklim as-Syifa Desa Tuatunu Pangkalpinang, Jum’at, 2 Januari 2026 yang dihadiri 30-an peserta, ibu-ibu yang menetap di sekitar TPA asy-Syifa.

Menurut Guru Besar tersebut yang didampingi oleh H.Fahrurrozi (Kabag Kanwil Kementerian Haji dan Umroh RI. Bangka Belitung), bahwa tradisi pengajian khususnya baca Al-Qur’an ba’da Shalat Maghrib harus dilestarikan, dan berikutnya kurangi kebiasaan yang kurang baik yang diasumsi merusak akhlak anak-anak remaja usia produktif belajar. ” Innal-Faraagha wal-Jidata mafsadatun lil-Mar’i ayya mafsadah” (sesungguhnya kekosongan dan kekayaan merupakan kerusakan bagi seseorang dalam bentuk serusak-rusaknya).

Selanjutnya sebagai bahan muhasabah 2025 menuju tahun 2026 M, Rusydi Sulaiman mengajak jama’ah agar segera bertaubat setaubat-taubatnya ( Taubah nasuuha) dan kemudian ber-‘Azam-berbuat baik dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan dosa dalam situasi apapun. Dalam hal hak yang masih terputus antar sesama, maka orang yang masih bermasalah dengan orang lain dan atau punya tanggungan termasuk hutang kepada siapapun, maka ia wajib menyelesaikannya sehingga segala sesuatunya menjadi halal (ba’da istihlaalihi). Bila demikian diterimalah taubatnya.Dalam QS. Ghaafir (40): 3–artinya: “Dialah Allah pengampun dosa dan penerima taubat”.

Alhamdulillah Majelis Taklim Asy-Syifa yang dirintis oleh Ustadz Ali Romdhoni, SP.MM. telah berjalan dalam serial pengajian yang ke-16. Senin hingga Kamis sore adalah TPA ( Taman Pendidikan Al-Qur’an bagi anak remaja, dibantu oleh dua mahasiswi IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, yaitu : Maimunah dan Khovivah. Proses belajar mengajar tersebut tetap eksis diantaranya berkat dukungan masyarakat sekitar. Wassalam. (*)