Pengukuhan POKJAWAS PAI, MGMP PAI SMA/SMK, MGMP PAI SMP dan KKG PAI 2025 Bangka Belitung & Seminar Transformasi dan Inovasi PAI di Kanwil Kementerian Agama Bangka Belitung, Rusydi Sulaiman: Membekali Diri Berarti Menjaga Prestise Profesi Guru dan Pengawas Sekolah

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Pendidikan Agama Islam adalah keseluruhan nilai Agama Islam itu sendiri dengan segala yang melekat kepadanya–sudah semestinya dibekalkan kepada guru sebagai penganut Agama Islam, khususnya guru PAI (Pendidikan Agama Islam). Terlebih pengawas disekolah yang memiliki peran strategis dalam upaya memperkuat kelembagaan sekolah dan profesi guru.

Dalam rangka perwujudan hal tersebut, Plt. Kakanwil Kementerian Agama RI., Pril Marori, ST.MM. lakukan pengukuhan POKJAWAS PAI, MGMP PAI SMA/SMK, MGMP PAI SMP DAN KKG PAI 2025 Bangka Belitung. Ikut serta dalam kegiatan pengukuhan tersebut adalah: Dr. H. TARMIN, M.SI, asisten 1 pemerintahan dan kesra, Plt kantor.kemenrtian agama Prov. Babel Pril Marori,ST,MM, Dr.Erwandy,S.E.,M.M Kepala Dindik Kota Pangkalpinang.

Anshori, S.AP., M.Si Kepala Dindik Kab.Basel, Syaiful Bahri, S.Pd., M.M. plt kepala dinas pendidikan Provinsi, Kabidkum Polda Babel Kombespol Afner Juwono, SH, S. IK, MH, Kepala kemenag kab.kota se prov. Babel, Kepala seksi kemenag babel dan kasi kemenag kab. Kota

Bapak Ibu pengawas PAI sd,SM SMA SMK prov. Babel, Pengurus KKG,MGMP SMP SMA SMK Babel, Pengurus PGRI prov. Babel.

Adapun siang harinya diselenggara sebuah Seminar Kependidikan, berjudul: “Transformasi dan Inovasi Pendidikan Agama Islam, bertempat di Aula H.Mas’ud Hasan Kolay Kanwil Kementerian Agama RI. Bangka Belitung pada Hari Kamis, 6 Nopember 2025, menghadirkan Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag.,Direktur Madania Cente & Guru Besar dalam Kepakaran Bidang Pengkajian Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Memang jauh sebelumnya sudah dihubungi oleh Dr.Kartika Sari, M.Pdi. untuk dijadwalkan sebagai narasumber.

Semangat untuk menjaga prestise profesi guru PAI dan pengawas sekolah menurut Rusydi Sulaiman, mesti dilakukan dengan cara membekali diri dengan aspek-aspek terkait. Selain kekuatan kepribadian dan ketulusan dalam mengabdi, seorang guru dan juga pengawas dituntut memiliki bekal pengetahuan, setidak-tidak pengetahuan keislaman dasar, yaitu: nilai akidah, nilai Hukum Islam dan nilai akhlak-tasawuf yang sumber utamanya adalah Al-Qur’an dan Hadits. Maka bahasa Arab dan Ilmu Nahwu-Sharaf adalah alatnya.

Ilmu-ilmu itulah yang mencirikan ulama ( Guru–Nahasa Belayu Bangka) yang sebelumnya “Naon” ( mukim di Mekkah) dan pulang ke Pulau Bangka, mendirikan sentra Pendidikan Islam; Halaqah ( Ngaji Dudok–Bahasa Melayu Bangka), Sekolah Haji/ Sekolah Arab, Madrasah Diniyah Al-Khairiyah hingga pondok pesantren, madrasah dan sekolah formal, majelis taklim hingga Perguruan Tinggi. Hal tersebut diharapkan menjadi tuntunan bagi guru dan pengawas PAI untuk lebih memiliki ghirah akademik.

Bila guru PAI dan pengawas sekolah kompeten di bidangnya disamping keterpenuhan aspek lain sebagai pendidik, maka keberadaan guru sangat bermakna bagi proses kelangsungan Pendidikan Islam. Hal-hal terbaru dalam Pendidikan Islam seiring zaman, guru PAI dan pengawas sekolah harus beradapsi secara cepat.

Seminar dengan 200 an peserta berjalan lancar sesuai harapan.Beberap pertanyaan tentang islamisasi di Pulau Bangka ( oleh Bujang) dan akses penerbitan buku ke Madania Center ( oleh Rudiyanto) alhamdulillah ditanggapi lugas oleh narasumber. Sekali lagi jempol buat penyelenggara kegiatan ini. Wassalam. (*)