Majelis Taklim Nur Ilahi ,”BEP” (Bio Energy Power) Bangka Belitung di Masjid Al-Badar Pangkalpinang, Rusydi Sulaiman Apresiasi Sikap Antusias Jama’ah

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Menuntut ilmu itu tiada habisnya, sebagaimana disebutkan dalam kata hikmah dalam Bahasa Arab,” Uthlubul-‘Ilma minal-Mahdi ilal-Lahdi” ( Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat). Hal itu melekat pada jiwa ibu-ibu jama’ah Majelis Taklim Nur Ilahi yang juga tergabung dalam organisasi kesehatan, bernama “BEP” (Bio Energy Power) yang sebenarnya kansern di bidang kesehatan diketuai oleh Rosalina yang juga penggagas lembaga tersebut. Adapun Hj. Siti Aswati, pensiunan PNS yang berperan sebagai penasehat.

Di sela serangkaian programnya, salah satu anggota aktif mengusulkan kepada ketua agar mendatangkan Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag., ketua Bidang Fatwa dan Penelitian MUI Prov.Kep.Bangka Belitung untuk menjadi narasumber dalam pengajian Majelis Taklim tersebut, tepatnya Kamis, 6 Nopember 2025. Kegiatan ini menurut penasehat tersebut diprogramkan sebulan sekali, bertempat di Masjid Al-Badar ( salah satu masjid tertua di Kotamadya Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Mengawali pengajian, Hj. Siti Aswati memberi pengantar, berterima kasih atas kehadiran narasumber, selanjutnya berharap agar majelis berjalan lancar. Ini kesempatan bagi kami belajar lagi sambil mengingat-ingat kembali ilmu yang pernah didalami dulu, seperti Ilmu Nahwu Sharaf dan semacamnya.

Adapun materi yang diajarkan oleh Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center ( Center for Religius Studies and Community Development) dan Dekan FDKI IAIN SAS BABEL pagi itu adalah rukun Islam dan Rukun Iman–satu bab dalam Kitab,”Tanqiyatul-Quluub fii Ma’rifati ‘Allaamil-Ghuyuub, karya Syaikh Muhammad Idrus Al-Buthaniy”. Menurutnya, terdapat tiga nilai ajaran Agama Islam, yaitu: Nilai akidah atau nilai Tauhid, nilai Hukum Islam ( sumber syari’ah dan jurisprudensi Islam ( hukum fikih), dan ketiga adalah nilai akhlak dan tasawuf. Kesemua nilai tersebut berpijak secara keilmuan pada Al-Qur’an dan juga Al-Hadits serta Bahasa Arab yg kuat , maka dalami bahasa tersebut, tegas Guru Besar tersebut.

Pengajian yang berdurasi dua jam tersebut cukup menyenangkan, diantaranya karena ibu-ibu majelis berjumlah hampir 50 orang tersebut sangat antusias menyimak. Ternyata usia tua tidak menjadi penghalang untuk menuntut ilmu. Rusydi Sulaiman memberi apresiasi sikap antusias mereka. Mudah-mudahan sehat selalu. Wassalam. (*)