Rapat Kerja & Laporan Pertanggungjawaban Pengurus YAPPI Kemuja Bangka, Rusydi Sulaiman: Rapat Kerja Tahunan adalah Forum Bersama untuk Sampaikan Gagasan Baru

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Pondok pesantren apakah  sudah tua dalam hal sejarah kelembagaannya ataupun masih muda,  lembaga khas Nusantara  (an indigenous institution) tersebut harus bergerak terstruktur dalam mengelola lembaga, dan juga beradaptasi dengan percepatan perubahan lembaga-lembaga lain tanpa harus menanggalkan nilai-nilai lama yang baik.

Menyikapi tuntutan tersebut, Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka tidak tinggal diam. Pengurus yayasan sebagai pihak yang bertanggung jawab kepada Dewan Pembina sudah intens menangani program untuk penguatan kelembagaan pesantren tersebut. Mungkin kurang intens selain ada obsesi lain yang mesti dicapai.

Selanjutnya pengurus YAPPI (Yayasan Pondok Pesantren Al-Islam) Kemuja Bangka selenggarakan Rapat Kerja Tahunan (2026) sekaligus laporan pertanggungjawaban kinerja tahun 2025 selama dua hari, 19-20 Januari 2026. Hadir 40-an orang terdiri pembina, pengawas, pengurus yayasan, pimpinan, kepala madrasah, koordinator asrama, kepala unit di lingkungan pesantren. Menyertai juga pihak luar; utusan desa, LKD dan tokoh masyarakat.

Hari pertama rapat kerja, dimulai dengan pengarahan ketua Dewan Pembina, Prof.Dr.H.Zayadi Hamzah, M.Ag

Menurutnya, rapat kerja adalah musyawarah pengurus  dalam merencanakan beberapa program untuk tahun 2026; mengevaluasi kinerja selama ini, tahun sebelum dg cara mengidentifikasi semua masalah dan mungkin akan diplotkan di tahun berikutnya; menelusuri ketersediaan anggaran utk program2 yg direncanakan. Tegasnya, tanggungjawab moral kita terhadap pesantren mesti diperkuat. “Kita urang Kemuje lah yang nguros pondok ne, bukan urang lain”.

Berikutnya sambutan ketua yayasan, Drs.H.Amzahri. Tidak banyak yang disampaikannya  kecuali berharap para peserta rapat kerja aktif dan bahas seserius mungkin, khususnya di sidang komisi nantinya.

Sebelum coffee break, ada tanya jawab, dipimpin oleh sekretaris yayasan, Drs.Saimi, dan didampingi oleh sekretaris pembina yang juga Direktur Madania Center, Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag. Keduanya menanggapi beberapa pertanyaan dari Guru Fathoni dan H.Muslim terkait beberapa hal, yaitu : penguatan ruh dan nilai pesantren, kompetensi santri dalam hal al-Kutub as-Salafiyah, pengembangan ekonomi pesantren, khususnya sawit, kelembagaan LKD dan hubungannya dengan pesantren. Anggota pembina, Dr.H.Muh Misdar menanggapi juga, dan berikutnya mengajak semua pengurus agar berbenah secara terstruktur, saling mengingatkan untuk kemajuan pesantren.

Acara berikutnya penyampaian LPJ pengurus yayasan tahun 2025 oleh bendahara, Jamaluddin, S.IP. Cukup detail, dan kemudian dipertegas oleh Sekretaris yayasan.

Cukup padat rangkaian rapat kerja di hari pertama, usai makan siang, tepatnya jam 13.30 dilanjutkan sidang komisi hingga sore hari. Mewakili pengawas, Sumantri, S.Ag juga bergabung aktif dalam sidang komisi tersebut. Adapun di hari kedua, Selasa, 20 Januari 2026, berlangsung sidang paripurna yang dihadiri peserta terbatas. Bergabung juga Ketua pengawas, Sopyan Abdurrahman, M.Pdi dan bagian kesekretariatan pondok pesantren.

Mudah-mudahan apa yang diikhtiarkan peserta rapat kerja memberi pengaruh positif bagi kelembagaan Al-Islam Kemuja Bangka–pondok pesantren tertua di kepulauan ini. Wassalam. (*)