MADANIA CENTER BABEL — Manusia adalah makhluk yang sangat dimuliakan karena dianugerahkan kepadanya akal/logika dan kalbu. Namun demikian predikat tersebut dapat digapai bila kedua potensi tersebut menjadi fungsional.
Fungsionalisasi akal dan kalbu secara optimal menggiring manusia menjadi orang-orang pilihan se-kelas nabi dan rasul serta tokoh bijak sepanjang zaman. Terkait mukjizat, sedikit saja yang mendapatkannya atas izin Allah Swt. karena kebaikan dan kekuatan penghambaan mereka.

Sebagaimana biasanya, pada hari Ahad, 11 Januari 2026, ba’da Shalat Maghrib, bertempat. di Masjid Agung Sungailiat Bangka, Rusydi Sulaiman mengurai materi lanjutan tentang mukjizat para nabi; Adam as., Idris as.,Nuh as., Shaleh as., Ibrahim as., Syu’aib as., Musa as., Yusuf as., Daud as., Sulaiman as., Isa as., dan Muhammad saw.
Malam itu tersisa beberapa nabi setelah sebelumnya uraian tentang mukjizat Nabi Adam dan Nabi Idris. Adapun Nabi Muhammad, tegas Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center, akan diurai pada serial kajian bulan depan ( pekan kedua Febuari 2026), karena keutamaannya melebihi nabu-nabi sebelumnya.
Selain nabi dan rasul yang dianugerahkan mukjizat, berikutnya para wali ( waliyullah) dianugerahkan kepada mereka karomah. Sesempurna wali tidak dapat menggapai derajat terendah nabi dan rasul. Wali adalah pribadi yang mengetahui Allah (Aarif Billah) dengan segala sifatnya untuk tujuan kekokohan, sangat taat dan menjauhi maksiat, menghindari kelezatan duniawi dan syahwat ( Al-Buthaniy, 2009:85-86), dalam QS.Al-Hujurat (49):13.
Kajian malam itu cukup khidmat, dan nampak ada beberapa peserta tambahan hadir. Mudah-mudahan bermanfaat. Wassalam. (*)





