MADANIA CENTER BABEL — Masjid tidak hanya berfungsi untuk ibadah ansich, tapi juga untuk kegiatan bermanfaat lainnya dalam konteks Dakwah Islam–li i’laa’i Kalimatillaah–meninggikan Allah, Dzat Yang Maha Suci yang emanasikan Nur-Nya kepada hamba-hamba tertentu. DMI (Dewan Masjid Indonesia) Provinsi Bangka Belitung mengambil peran tersebut dalam bentuk Sajadah Fajar ke masjid-masjid di Hari Ahad pagi dan juga beberapa kegiatan lain untuk penguatan kelembagaannya.

Pada hari ini, Ahad pagi, 11 Januari 2026, kegiatan Sajadah Fajar berlangsung di Masjid Al-Amaliyah Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung. Selain ketua DMI, Ustadz Rosyid Ridho dan beberapa pengurus, hadir pula Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag., Dewan Fakar, dan belasan jama’ah di pagi Shubuh tersebut. Masjid Al-Amaliyah yang berarti angan-angan ( maksudnya–cita-cita) masih dalam proses pembangunan, dan mudah-mudahan segera selesai.
Bertindak sebagai muadzdzin, Ustadz Kholil Harahap; Imam Shalat Shubuh, Ustadz Rusdiyanto Z.Ilmi. Sebagaimana biasanya, Sajadah Fajar diawali sambutan ketua DMI, dan berikutnya taushiyah. Pastinya Rosyid Ridho mengajak para jama’ah agar lekatkan dirinya dengan nuansa ibadah–shalat di masjid.” Memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid”

Dalam taushiyahnya, Rusydi Sulaiman ajak juga para jama’ah agar intens dekatkan diri kepada Allah, bukan selain-Nya. Dulu manusia terlalu yakin akan dirinya,lalu mengadu, dan kemudian meyakini kekuatan magis diluar dirinya baru secara bertahap beragama; meyakini banyak Tuhan (politheisme) hingga satu Tuhan (monotheisme). Akhirnya datang Nabi Ibrahim memperjuangkan Tauhid meng-Esa-kan Allah.( QS.Al-Baqarah (2): 127-129. Muhammad Saw. sebagai estafet sebagai Nabi Akhir.
Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center menegaskan bahwa dalam ibadah ( shalat) perlu adanya keterikatan logika dan jiwa hamba dan Tuhannya, yaitu muraabathah. Berikutnya ada mudaawamah ( keterlamaan dalam ibadah). Dua hal tersebut harus dilatih secara terus menerus agar menguat logika dan jiwa manusia, Bila tidak, maka dengan sendirinya manusia akan menjauh. ” ‘alaa kulli haal”, keyakinan mesti diperkuat, tambahnya.

Guru Besar tersebut juga ungkapkan fakta agama dan keyakinan terdahulu di Bangka sebelum Agama Islam hadir dan peran signifikan ulama ( Melayu Muslim) serta seperti apa langkah berikutnya. Maka dari itu, salah satunya adalah penguatan kelembagaan DMI Bangka Belitung.
Usai Sajadah Fajar tersebut, Pengurus DMI Bangka Belitung yang tergabung dalam tim penulis buku kumpulan Khutbah Jum’at adakan rapat. Rusydi Sulaiman berikan pandangan dan langkah sistematis penulisan buku hingga proses terbit. Mudah-mudahan DMI Bangka Belitung terus berinovasi. Wassalam. (*)





