MADANIA CENTER BABEL — Seiring dengan dinamika zaman yang begitu cepat, pondok pesantren sebagai an indigenous institution khas Nusantara terus berusaha menyesuaikan diri agar tidak ketinggalan langkah dengan lembaga pendidikan modern termasuk Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka.
Satu hal yang mesti dilakukan adalah evaluasi (muhasabah) atas kinerja sebelumnya, lalu melangkah kedepan menuju kondisi lembaga yang lebih baik.
Terkait hal tersebut, pada hari ini, Jum’at, 9 Januari 2026, jam 14.30 WIB pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka adakan rapat internal. Hadir dalam rapat tersebut, yaitu: Dr.H.Muh Misdar, M.Ag. dan Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag. (Dewan Pembina), Sopyan Abdurrahman, M.Pdi.( pengawas), Drs.H.Amzahri ( Ketua Yayasan sekaligus Pimpinan), Drs.Saimi ( sekretaris), Jamaluddin, S.IP.( bendahara) dan Subani Ardhi ( koordinator sekretariat pesantren).

Beberapa hal dibahas detail dalam rapat yang dipimpin oleh H.Amzahri tersebut, baik program rutin harian maupun hal-hal yang bersifat pengembangan kelembagaan.
Setiap peserta rapat berpendapat dan usul beberapa program selama tahun anggaran berikutnya. Akhirnya diputuskan agenda Rapat Kerja Tahunan selama tiga hari; Senin hingga Rabu, 19-21 Januari 2026.

Menurut Rusydi Sulaiman, sudah waktunya pondok pesantren lakukan langkah strategis. Maka dari itu diperlukan tahapan yang jelas dalam rapat kerja tersebut, seperti: gambaran umum tentang raker, rincian program prioritas selama 2026, pembagian tugas Melayu beberapa komisi untuk penguatan pembahasan, lalu diparipurnakan hingga menjadi program prioritas dan besaran biaya melekat dalam satu tahun anggaran, 2026, tambah Rusydi yang juga Direktur Madania Center.
Alhamdulillah rapat terbatas berjalan lancar hingga menjelang waktu shalat Maghrib. Mudah-mudahan Rapat Kerja Tahunan yang direncanakan terealisasi. Diharapkan sebelumnya pengurus YAPPI dan unit-unit dibawahnya siapkan laporan pertanggungjawaban kinerja tahun 2025 termasuk keuangan. Hal ini dilakukan agar pondok pesantren menjadi lebih baik. Wassalam. (*)





