MADANIA CENTER BABEL — Begitu ramai–sangat-sangat semarak suasana Ruwahan selama bulan Sya’ban tahun Hijriyah di Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Secara bergiliran tradisi tersebut diperingati di kampung-kampung tertentu. Penduduk kampung menjamu tamu yang datang ke rumah mereka dengan beraneka ragam makanan, minuman. Tak ketinggalan buah-buahan.Hari-hari pertengahan merupakan waktu yang diprioritaskan.

Selain fenomena berkunjung ke rumah untuk bersilaturrahim, di masjid kampung tertentu diadakan ritual keagamaan, yaitu baca Yasin, tahlil dan do’a bersama. Di rumah-rumah tertentu juga ada kegiatan serupa ba’da maghrib–memohon do’a kepada jama’ah yang hadir.
Rusydi Sulaiman, penasehat Masjid As-Salaam KaCe Mendobarat Bangka juga semarakkan tradisi tersebut–bersilaturrahim ke Desa Tempilang dan sekitarnya, Ahad, 8 Febuari 2026. Ikut serta bersamanya beberapa pengurus Masjid As-Salaam, yaitu: H.Idham Supri beserta istri dan Si bungsu, K.Nasir, Guru Holidi beserta isteri dan kakak perempuannya, H.Fahrurrozi dan putrinya, dan Bang Roni Saputra. Tujuan utama adalah berkunjung ke Kediaman H.Sudarmin, ketua Masjid As-Salaam. Satu rumah lain (Khairul) di Tempilang juga didatangi. Berikutnya meluncur ke simpang Bulin Bangka Barat.
Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center apresiasi sikap antusias masyarakat terhadap kegiatan ruwahan. Disebut tradisi karena ruwahan tidak pernah ditinggalkan setiap tahun. Setiap kampung memberlangsungkannya di hari tertentu dan dengan cara tertentu. Namun menurutnya, Ruwahan perlu disederhanakan sesuai pesan ulama masa lalu. Sebagai akademisi, Guru Besar tersebut khawatir masyarakat berlebih-lebihan. Mudah-mudahan mereka tetap prioritaskan hal-hal yang substansial termasuk pendidikan.
Mari kita tetap lestarikan Tradisi Ruwahan dan beberapa tradisi lain di Bangka juga di Belitung dan kita isi dengan hal-hal yang lebih religius. Wassalam. (*)





