MADANIA CENTER BABEL — Bayangkan bila moral atau akhlak para pemuda di sekitar kita tidak baik, jauh dari nilai-nilai agama, dipastikan hal tersebut akan berpengaruh terhadap generasi masa depan. Dekadensi moral dalam beberapa bentuk perbuatan menyimpang menjadi dilema tersendiri di tengah masyarakat. Sebagai orangtua, kita harus waspada dan berupaya mendidik anak sebagai langkah antisipatif versus pengaruh negatif, baik dari dalam maupun dari luar.
Alhamdulillah, FKMT (Forum Komunikasi Majelis Ta’lim) Bangka Tengah yang diketuai oleh drg. Eva al-Gafry, M.Pd. secara spesifik menyikapi fenomena tersebut dengan mengundang Prof.Dr Rusydi Sulaiman, M.Ag. sebagai narasumber dalam serial kegiatan, yaitu Kajian Muslimah, kamis, 11 Desember 2025 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung.

Nampaknya moralitas–dekadensi moral merupakan masalah tersendiri di kepulauan ini. Rusydi Sulaiman, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam memberi taushiyah terkait hal tersebut dihadapan para peserta yang berjumlah 120 orang.
Mengawali taushiyahnya, Direktur Madania Center tersebut mengurai tentang sejarah pribumi Bangka dan beberapa etnis serta fakta obyektif di Pulau tersebut.

Menurutnya, Bangka yang kemudian membentuk menjadi Provinsi Bangka Belitung mengalami dinamika dalam beberapa aspek kehidupan sehingga diminati para pendatang. Terkait dengan moralitas di tengah masyarakat, hal tersebut menjadi dilema tersendiri, tambahnya.
Satu hal yang mesti ditekankan dalam konteks moralitas adalah keterkhususan akhlak (khashaaish adabiyah). Rusydi Sulaiman memberi contoh “telesan” dan “sungkok resam” yang diwariskan oleh Atok-Nek di Bangka sebagai bagian dari wujud kelakuan. Setelah itu, sekali lagi ia mengajak ibu-ibu FKMT dari Kecamatan Pangkalan Baru dan Namang Bangka Tengah menyikapi hal tersebut untuk penguatan peradaban di kepulauan.
Kajian muslimah yang juga didampingi oleh Dori Oktora, Kabag Kesra Bangka Tengah berjalan lancar. Ibu Astuti (Ketua FKMT Pangkalan Baru) dan tiga peserta lain sempatkan bertanya. Berharap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan. Wassalam. (*)





