SERANG — Upaya penguatan kelembagaan dan pengembangan jejaring akademik antarperguruan tinggi Islam kembali ditunjukkan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melalui kunjungan resmi ke Fakultas Dakwah UIN Maulana Hasanuddin Banten pada 20–21 Mei 2026.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Dekan FDKI IAIN SAS Bangka Belitung, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., didampingi Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Gustin, M.Pd. Kehadiran rombongan disambut oleh Dekan Fakultas Dakwah UIN Banten, Prof. Dr. H. Endad Musaddad, M.A., beserta jajaran pimpinan fakultas.

Agenda kunjungan diawali dengan silaturahmi akademik di ruang dekan, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan resmi di ruang rapat fakultas guna membahas penguatan kerja sama kelembagaan.
Dalam forum tersebut, kedua pimpinan fakultas memaparkan kondisi dan arah pengembangan institusi masing-masing. Namun, sebagai tamu yang datang langsung ke Banten, Dekan FDKI yang didampingi Kaprodi KPI lebih banyak menerima dan banyak belajar.
Setelah itu kedua dekan tersebut bergabung dalam kegiatan Podcast ilmiah bertema “Dakwah Nusantara: Islamisasi di Banten dan Bangka”. Diskusi akademik tersebut menghadirkan perspektif historis dan kultural mengenai dinamika dakwah Islam di dua wilayah yang memiliki karakter sosial berbeda, namun sama-sama memperlihatkan kuatnya proses akulturasi budaya lokal dengan nilai-nilai Islam.
Prof. Rusydi Sulaiman menjelaskan bahwa proses islamisasi di Pulau Bangka memiliki karakteristik tersendiri, terutama dalam relasi antara tradisi keagamaan dan budaya masyarakat multietnis.
Persentuhan Islam dan budaya lokal faktanya memang terjadi bahkan hal tersebut yang mencirikan proses dakwah di kedua daerah.
Namun menurut Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center Bangka Belitung itu mengatakan, kehadiran komunitas Cina di Pulau Bangka yang agak membedakan karena hal tertentu seperti kue dan lainnya digunakan dalam kegiatan ritual keagamaan di beberapa kampung di Pulau Bangka.
Sementara itu, kedua guru besar tersebut juga menyoroti pentingnya transformasi metode dakwah di tengah perubahan sosial masyarakat modern. Lulusan fakultas dakwah dinilai harus mampu mengambil peran strategis sebagai agen moderasi, transformasi sosial, sekaligus komunikator publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Usai kegiatan di Fakultas Dakwah, rombongan FDKI IAIN SAS Bangka Belitung turut melakukan kunjungan singkat ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Banten dan berdialog dengan Dekan FEBI, Prof. Dr. Budi Sudrajat, M.A. (*)





