Sudahi Akhir Tahun 2025, Pengurus MUI Bangka Belitung Bersilaturrahim ke MUI Pusat, Rusydi Sulaiman: Begitu Besar Tanggung Jawab Ulama dalam Berkhidmah

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Bersinergi dengan lembaga lain untuk penguatan kelembagaan apapun bentuknya sangatlah perlu apalagi kita yang selama ini berperan, memiliki jabatan strategis. Siapapun terlebih orang-orang disekitarnya pasti berharap ada perubahan berarti ke arah yang lebih baik.

Atas dasar itu, pengurus harian MUI (Majelis Ulama Indonesia) Bangka Belitung lakukan konsolidasi sekaligus silaturrahim ke MUI Pusat di Jakarta. Turut serta 5 orang , yaitu: Ketua Umum, Prof.Dr.H.Hatamar Rasydj, Sekum, Drs.H.Hasan Rumata, Ketua, Prof.Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.Ketua, Dr.H.Suparta, M.Ag., Direktur LPPOM MUI Bangka Belitung, Muhamad Ihsan, M.S.I..

Kunjungan ke kantor MUI Pusat berlangsung pada hari Senin pagi, jam 09.30 hingga menjelang waktu Zhuhur. Pengurus MUI Bangka Belitung disambut oleh pengurus MUI Pusat; Buya Dr.H.Amirsyah Tambunan, M.A., Sekjen dan Ihsan Tanjung, Wasekjen. Sebelumnya sempat bertemu dengan KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc.M.A.Phd., Waketum MUI Pusat di lobby kantor.

Nuansa rapat di lantai 3 MUI berjalan santai, tidak terlalu formal, diawali dengan sambutan singkat terkait maksud kedatangan ke MUI Pusat oleh Kyai Hatamar. Beberapa hal terkait kondisi kelembagaan MUI Bangka Belitung juga Durai oleh Ketum MUI Bangka Belitung tersebut. Setelah itu unsur ketua lain, Rusydi Sulaiman beberkan fakta sejarah Islam di Bangka Belitung dan hubungannya dengan Pemerintah Daerah dari masa ke masa. Begitu besar tanggung jawab ulama dalam berkhidmah. Hal itu harus segera dimulai dan bersinergi dengan semua pihak, terkhusus Pemerintah Daerah.

Buya Amirsyah menanggapi dan memberi masukan terkait beberapa hal, yaitu: prioritas Bangka Belitung sebagai destinasi wisata; pelibatan perguruan tinggi, pesantren dan ORMAS oleh MUI; sikap strategis ulama terhadap pemerintah dalam mengatasi masalah umat termasuk ekonomi. Berikutnya kyai Ihsan Tanjung sarankan beberapa hal, yaitu: libatkan pelaku usaha lokal; dan juga penguatan peran ulama melebihi aparat hukum untuk atasi masalah masyarakat.

Sebagai representasi MUI Bangka Belitung, Kyai Hasan Rumata mengurai fakta spesifik yang menyimpang dari nilai agama di kepulauan tersebut.

Diskusi berlangsung intens tentang masa depan Bangka Belitung dan hubungannya dengan penguatan peran MUI di daerah. Artinya banyak sekali yang mesti diatasi dalam berkhidmah di tengah masyarakat. Mudah-mudahan Allah mudahkan jalan ke arah kebaikan.Wassalam. (*)