MADANIA CENTER BABEL — Seperti biasanya kajian rutin pekan kedua Ahad malam di Masjid Agung Sungailiat tetap berlangsung. Bertambah banyak jumlah jama’ah yg hadir walaupun durasi waktu belajar kurang dari satu jam. Menyertai malam itu, Ahad, 14 Desember 2025, beberapa pengurus Masjid as-Salaam KaCe; H.Idham Supri, H.Fahrurrozi dan Kyai Muhammad Nasir. Adapun materi yg dibahas adalah Mu’jizat nabi.
Bila sebagian ulama berpendapat bahwa manusia bisa lebih mulia daripada malaikat, berarti manusia telah diberi sesuatu sebagai hasil fungsionalisasi akal dan kalbunya atau secara khusus dianugerahkan sebagai bentuk apresiasi. Mereka disebut nabi dan rasul, dihadirkan untuk umatnya di masa- masa tertentu sebelumnya untuk tujuan kemaslahatan umat.

Mu’jizat adalah bukan sesuatu yang diupayakan, melainkan diberikan oleh Allah kepada nabi dan rasul tertentu di saat-saat tertentu pula–“Amrun khaariqun lil-‘Aadati Tazhharu ‘alaa Yadi man Yad’iya ar-Risaslah aw an-Nubuwwah”. “Maqruun lit-Tahaddiy, ma’a ‘adamil-Mu’aaradati”, tanpa ada perlawanan dari siapapun. Disebut Mu’jizat, karena hal itu bersifat melemahkan sesuatu yang dihadapi (ditantangi)(al-Buthaniy, 2009: 81).

Lanjut Rusydi Sulaiman, bawa bila ilmu dibekalkan kepada manusia umumnya, berbeda dengan mu’jizat, hanya sedikit nabi yang memperolehnya. Ia bersifat supra-rasional dan epistemologi Irfani yang mampu menyentuhnya. Pastinya diperlukan kajian mendalam, tambah Direktur Madania Center tersebut.
Terkait Mu’jizat, hanya diurai sejarah 4 nabi, yaitu: Muhammad saw., Adam as.,Nuh as. dan Idris as. malam itu–benar-benar luar biasa. Kajian serupa akan dibahas berikutnya, pekan kedua Januari 20026. Mudah-mudahan kita mampu meneladani para nabi dan rasul pilihan Allah Swt.Wassalam. (*)





