MADANIA CENTER BABEL — Ketika banyak orang mempersepsikan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan ansich yang sumber pembiayaannya dari santri sebenarnya tidak juga, karena pesantren-pesantren tertentu sudah establish bahkan kekayaannya cukup besar.
Melihat fakta tersebut, pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka terobsesi berdayakan pesantren sehingga dirasa perlu kerjasama dengan lembaga perbankan dalam hal pendampingan dan pembiayaan unit-unit usaha.

Bank Syariah Indonesia adalah salah satu lembaga yang dipilih. Maka dari itu, pengurus sempatkan silaturrahim ke Kantor pusat BSI di Jakarta, 9 September 2025. Ikut serta dalam kegiatan tersebut; Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag. dan Dr.H.Muh Misdar, M.Ag.( pembina), Drs.H.Amzahri (ketua yayasan/ pimpinan, Jamaludin, S.IP. ( Bendahara ) dan Muammar (staf sekretariat).
Diantara pimpinan BSI Pusat yang sambut kehadiran pengurus yayasan adalah Imat Ni’matullah selaku Islamic Organization & Socio Business Solutions Islamic Ecosystem Solution Group, Heru Komarujaman, S.Ag ME.Sy selaku Ziswaf & Masjid Solutions Senior Officer Islamic Ecosystem Solution Group, dan Muhammad Abduh Dzulkarnaen, M.Si selaku Pesantren Solutions Officer Islamic Ecosystem Solution Group.

Tidak sekedar silaturrahim, tapi pengurus yayasan ingin dapatkan masukan dari pihak BSI terkait program apa saja yang berpeluang untuk dikerjasamakan. Perbincangan berlangsung lama dalam rapat tersebut. Intinya pihak BSI san antusias dan mendukung program yang diusulkan.

Pertemuan yg bertempat di Gedung The tower lantai 21 Jakarta tersebut berjalan lancar, membahas beberapa hal penting terkait pengembangan ekosistem keuangan, lebih spesifik wakaf di pondok pesantren.
Imat Ni’matullah mendukung hal-hal apapun terkait penguatan kelembagaan pesantren. Agak detail tentang tentang wakaf uang, diurai oleh Heru Komaruzzaman. Muhammad Abduh juga siap support kegiatan seperti pergelaran tahunan di Al-Islam Kemuja Bangka.
Keesokan harinya, Rabu, 10 September 2025, pengurus yayasan bersilaturrahim dan tindaklanjuti beberapa program yang telah disepakati sebelumnya di pesantren tertua di Pulau Bangka tersebut. (*)





