MADANIA CENTER BABEL — Pondok pesantren adalah lembaga yang tidak hanya mengajarkan (transmisi ilmu pengetahuan), melainkan mendidik dan mencetak generasi berperadaban. Maka dari itu, diperlukan langkah strategis pengembangan lembaga khas Nusantara tersebut.
Atas dasar itu dan agar lebih terbuka (broad minded) dalam mengelola pesantren, pengurus yayasan lakukan kunjungan ke beberapa direktorat di lingkungan Kementerian agama RI. dalam rangka perkuat silaturrahim dan berkonsultasi terkait beberapa hal untuk penguatan kelembagaan pesantren.

Satu lembaga di bawah Kementerian Agama RI. yang dituju adalah Direktorat Pemberdayaan Wakaf dan Zakat yang berlokasi di Thamrin Jakarta Pusat. Alhamdulillah Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka yang ikut serta dalam kunjungan adalah: Prof.Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag. dan Dr.H.Muh Misdar, M.Ag.( Dewan Pembina), Drs.H.Amzahri ( Ketua Yayasan), Jamaludin, S.IP (Bendara) dan Muammar (Staf Sekretariat). Alhamdulillah rombongan diterima langsung oleh direktur, Prof.Dr.Waryono Abdul Ghafur, M.A., tepatnya Senin, 8 September 2025 , jam 17.00 wib. di ruang kerjanya.
Beberapa hal dibincangkan dalam pertemuan tersebut untuk tujuan penguatan kelembagaan pondok pesantren, namun yang agak spesifik adalah masalah ekonomi. Menurut Waryono, perlu langkah strategis untuk berdayakan ekonomi pesantren. Misalnya gerakan wakaf uang yang sumbernya dari guru, pegawai dan santri sambil membelajarkan mereka dalam konteks ekonomi syariah dan juga dari pihak lain selain jalin kerjasama. Insya Allah program pembangunan gedung misalnya dan lainnya dapat teratasi.

Rusydi Sulaiman, Dewan Pembina yang juga Direktur Madania Center mengamini hal tersebut. Tegasnya memang program wakaf uang yang sudah dimulai agar dintensifkan lagi.
Ia mengusulkan kegiatan sosialisasi wakaf uang dan lainnya bagi pondok- pondok pesantren di Bangka Belitung yang sentralnya di Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka.
Mudah-Mudahan apa yang gagas untuk mada depan pesantren dimudahkan. Wassalam. (*)





