BANTEN — Di sela kegiatan penguatan kelembagaan ke dua Perguruan Tinggi; Universitas PTIQ Jakarta dan UIN Maulana Hasanuddin Banten selama empat hari, 19-22 mei 2026, Rusydi Sulaiman, Dekan FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung & Gustin, Kaprodi KPI ( Komunikasi dan Penyiaran Islam) FDKI sempatkan kunjungi ( ziarah) tempat bersejarah di Banten.
Salah satu situs bersejarah yang dikunjungi oleh dua dosen tersebut, yaitu: Masjid Carita atau Masjid Jami’ Al-Khusaeni dan Makam Syeikh Husen. Keduanya juga sempatkan shalat di masjid tersebut. Syeikh Husen adalah putra seorang Demang yang memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di pesisir pantai Carita. Masjid sebagai pusat dakwah didirikan pada akhir abad 19 Masehi.

Satu situs bersejarah lainnya adalah Masjid Caringin Banten yg dibangun pada tahun 1884 oleh Sheikh Asnawi bin Abdurrahman (1850-1937), putra pengusaha konveksi. Beliau juga berguru kepada Syeikh Nawawi Al-Bantani.
Menurut Dekan FDKI yang juga Direktur Madania Center, bahwa situs bersejarah berikan energi tersendiri bagi pengunjung apalagi situs tersebut dilekatkan dengan kebesaran ulama tertentu sebagai penggagas pendirian masjid di pesisir pantai Banten. Apa jadinya bila kedua ulama tersebut tidak lakukan penyebaran Agama Islam di pesisir Banten?

Maka dari kunjungan formal kelembagaan, diharapkan kita dapatkan sesuatu yang baru untuk lembaga yang direpresentasi, dan juga kunjungan ke situs bersejarah diharapkan sentuhkan spiritualitas sehingga kit terus merasakan kurang, tambah guru besar tersebut.
Selain itu, yang lebih mengesankan, Rusydi Sulaiman dan Gustin dikenalkan “Tradisi Bacakan”– makan bersama dengan lauk ikan mas bakar dengan sambel Konje di kediaman KH.Khazinul Asror di Kadutomo Pandeglang. Tak sebatas makan, akan tetapi terjalin kebersamaan. Ikut serta Kyai Wasful Hasino dan Ustadz Abrori dalam jamuan malam tersebut. Keduanya juga alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo Jawa Timur.
Alhamdulillah, mudah-mudahan kunjungan spiritual tersebut memberikan hikmah terdalam. Wassalam. (*)





