MADANIA CENTER — Di sela lawatan ke beberapa madrasah-nama lain pondok pesantren di Negeri Sembilan Malaysia pada hari Selasa, 13 Oktober 2026, Rusydi Sulaiman, Guru Besar dalam Kepakaran Bidang Pengkajian Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung bersama tiga anggota peneliti; Dr.Khazri bin Osman (UKM Malaysia), Gustin, M.Pd. dan Dr.H.Iqrom Faldiansyah ( IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sempatkan mampir di warung kecil Bohulu di daerah setempat.

Tegas Direktur Madania Center tersebut, suasana di warung Bohulu ( Bolu) sangat sederhana. Dua orang yang memasak cukup fokus, didampingi seorang ibu muda keturunan Muslim Burma. Sangat meyakinkan nampaknya, Home Industri tersebut mencirikan hal tertentu sehingga mengundang banyak pembeli.
Para peneliti yang didampingi oleh Fadhlan, mahasiswa UKM (Universiti Kebangsaan Malaysia memutuskan untuk membeli kue Bahulu tersebut. Belum didapatkan warung semacam itu di negeri lain. Sangat-dangat unik pastinya. Mungkinkah ditiru dan diterapkan di kampung halaman, Bangka Belitung?
Burma dimaksud adalah Myanmar (Republik Kesatuan Myanmar), ialah sebuah negara yang terletak di bahagian barat laut Asia Tenggara. Ibu negaranya adalah Naypyidaw, Bandar Terbesar: Yangon (dahulunya Rangoon), berpenduduk sekitar 51 hingga 57 juta jiwa saat ini. Burma mengingatkan kita pada komunitas muslim masa lalu yang juga rumpun Melayu ( Malay-Moslem) yang sebagiannya eksodus ke Nusantara termasuk Malaysia. Tepatlah bila perempuan Muslim Burma ada di Negeri Sembilan. (*)


