Disambut Hangat oleh Tuan Muhammad Saffuan Abdullah, Pengarah Latihan Pendidikan Peka di Kuala Lumpur, Rusydi Sulaiman dan Anggota Sangat Senang dan Feeling at Home di Negeri Jiran

Bagikan

MADANIA CENTER — Alhamdulillah, akhirnya keberangkatan ke Malaysia untuk kolaborasi penelitian internasional disetujui oleh Dirjen Pendis Kemenag RI. dan Sekretariat Negara pada hari Selasa, 4 Oktober 2026, berdasarkan surat nomor: B-00018690 Kemensetneg/Set/KTLN/LN.01.05/10/2026. Kami pun bisa bertemu dengan Tuan Dr.Khazri bin Osman yang juga anggota peneliti, Pensyarah kanan di UKM (Universiti Kebangsaan Malaysia). Rusydi Sulaiman, Guru Besar dalam Kepakaran Bidang Pengkajian Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung adalah ketua peneliti. Dua anggota lainnya: Dr.Iqrom Faldiansyah, M.A., Dekan FDKI dan Gustin, M.Pd., Ketua Program Studi KPI FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.

Tepatnya, Senin, 12 oktober 2026, ketua dan anggota peneliti tersebut berangkat menuju Jakarta pada jam 09.15, selanjutnya menuju Kuala Lumpur pada jam 15.55 wib. dan tiba padam 07.10 waktu setempat. Sambutan hangat oleh Tuan Saffuan, Pengarah Latihan dan Pendidikan PEKA (Persatuan Konselor Pendidikan Malaysia). Beliau pun siapkan apartemen bagi beberapa peneliti tersebut menginap beberapa hari hingga waktu perpulangan ke Indonesia. Beberapa program sudah terjadwal; kunjungan ke beberapa pesantren tradisional, perpustakaan Negeri Sembilan, visiting lecture dan bertemu beberapa dosen (informan) terkait penelitian dimaksud.

Tegas Rusydi Sulaiman: sebagai peneliti kami sangat senang dan feeling at home apalagi diperkuat dengan intensitas pelayanan. Selanjutnya berharap kunjungan selama beberapa hari di Negeri Jiran tersebut dapat dilakukan secara optimal. Setidaknya hal itu sebagai bukti autentik sebuah penelitian berjudul “INSTITUTIONALIZATION OF HIGHER EDUCATION IN INDONESIA AND MALAYSIA: THE ROLE OF ACADEMICS OF TRADITIONAL PESANTREN ALUMNI”.

Kunjungan penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi akademik antara IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung dengan beberapa lembaga di Malaysia baik itu Universitas, Madrasah atau Pesantren, dan Perpustaakan di Malaysia sebagai bentuk penguatan literasi, sekaligus memperkaya kajian mengenai peran akademisi alumni pesantren tradisional dalam pelembagaan pendidikan tinggi di Indonesia dan Malaysia. Melalui rangkaian agenda yang telah disiapkan, tim peneliti berharap dapat menghimpun data dan perspektif yang relevan sebagai kontribusi bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di kedua negara. (*)