MADANIA CENTER –– Alhamdulillah di sela beberapa hari kegiatan riset di beberapa perguruan tinggi di Malaysia, sejak 12 hingga 16 Oktober 2026, Rusydi Sulaiman, Guru Besar dalam Kepakaran Pengkajian Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sempat berkunjung ke Rumah Ngaji An-,Nasirin Meru Klan Selangor Malaysia, kamis malam, 15 Oktober 2026.

Rusydi Sulaiman yang didampingi oleh Gustin, M.Pd., anggota peneliti dan Muhammad Saffuan, Konselor PEKA Malaysia sebenarnya terjadwal memberikan taushiyah di majelis atau Rumah Ngaji yang diketuai oleh Datin Dr.Siti Taniza Toha, Presiden PEKA ( Persatuan Konselor Pendidikan Malaysia). Di daerah tersebut, taushiyah umumnya dilaksanakan ba’da Maghrib hingga waktu sehat Isya’. Setelah itu sehat Isya’ berjama’ah dan tahlilan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center mengurai tentang hikmah yang melekat dalam diri orang bijak. Sikap bijak mengharuskan intensitas kebaikan. Maksudnya seseorang tidak akan bijak ( memiliki hikmah) bila ia tidak banyak berbuat baik. Diceritakan bahwa Lukman adalah orang bijak karena banyak berbuat baik dan banyak bersyukur atas anugerah Allah Swt., disebutkan dalam QS.Lukman (31): 12).
Sebagai bentuk penguatan diri sebagai hamba Allah Swt., seseorang mesti lakukan riyadhah; mujahadah seoptimal mungkin dalam keseharian hidupnya hingga muncul murabathah ( ada keterikatan kejiwaan) dengan Tuhannya. Lambat laut mudawamah ( senang dalam keterlamaan saat beribadah, tambahnya.
Guru besar tersebut sangat senang berkesempatan berikan taushiyah di negeri Jiran tersebut. Ia pun berterima kasih sangat kepada Datin Taniza, Tuan Muhammad Saffuan dan Tuan Hishamuddin. Para jama’ah sangat antusias. Walaupun mereka termasuk orang kaya ( berpunya), namun tetaplah rendah hati dan sederhana, tegas Rusydi Sulaiman. Di akhir acara, dilaksanakan makan bersama (Nasi Ambang dalam Dulang). Beberapa mahasiswi magang asal IAIN Pontianak Kalimantan menyertai. Wassalam. (*)



