MADANIA CENTER — Manusia tak lepas dari kesalahan (khatha’) dan dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar dalam perjalanan hidupnya. Setelah itu berubah pasca muhasabah dan dekatkan diri kepada Allah Swt. Sebaliknya, ada yang awal hidupnya baik, lalu terjerumus ke dalam dosa. Salah satunya disebabkan oleh pengaruh NARKOBA.
Bangka Belitung masuk kategori rentan NARKOBA, terbukti ada LAPAS khusus di Provinsi kepulauan tersebut, yaitu: LAPAS NARKOTIKA IIA Pangkalpinang. Cukup signifikan jumlah penghuni LAPAS tersebut dengan bermacam pelanggaran sejenis. Namun, warga binaan secara intens diberi pembinaan yang salah satunya adalah kegiatan Shalat Jum’at. Artinya mereka yang muslim diberi waktu utk tunaikan shalat.
Setelah lama tak bertemu dengan warga binaan di LAPAS tersebut, Alhamdulillah pada hari ini, Jum’at, 30 Oktober 2026, Prof.Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag terjadwal menjadi imam dan khatib di masjid LAPAS NARKOBA Pangkalpinang dan dampingan ke beberapa warga binaan.
Direktur Madania Center dan Dosen IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung tersebut mengurai tiga kelompok manusia, dikutip dari Syeikh Abdussalam Saya. Adapun satu dari tiga kelompok tersebut adalah: “qawmun halakū bi buṭūnihim” (kaum yang celaka karena perutnya), mereka adalah penggemar syahwat dan berpola hidup konsumtif, (ahlu asy-syahwati wa al-istikṡār. Dua kelompok lainnya, yaitu: “ahlu al-fikri wa al-i‘tibār” (pemikir dan pengkajian) dan”ahlu ż-żikri wa al-inkisār” (ahli ibadah dan rendah hati).
Sentuhnya, warga binaan tidak boleh berputus asa, melainkan tetap optimis dalam menghadapi hidup ini. Anggap saja fakta yang dialami sehingga masuk ke LAPAS tersebut sebagai pijakan bermuhasabah (introspeksi) menuju hidup yang lebih baik. Belum tentu orang-orang diluar sana lebih baik dari kita, tambahnya.
Usai Shalat Berjama’ah, Guru Besar tersebut sempat berbincang dengan beberapa warga binaan sambil menasehati dan memberi motivasi tentang makna hidup, dan bagaimana menyikapinya sehingga diakui masyarakat kebermanfa’atan diri.
Alhamdulillah kegiatan di Jum’at siang tersebut berjalan lancar. Rusydi Sulaiman yang didampingi Muhajir, Arsiparis FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, dan Kholil Gibran, mahasiswa FDKI yang sedang magang atau praktik lapangan meninggalkan LAPAS NARKOTIKA Kelas IIA Pangkalpinang tersebut. Wassalam. (*)




