MADANIA CENTER BABEL — Setelah puluhan opini ditulis oleh Rusydi Sulaiman di Surat Kabar Babelpos sejak 15 Maret 2011 hingga akhir 2014, seseorang menegurnya: “percuma nulis, bang! Tidak akan ada yang baca”. Agak terpengaruh juga saat itu sehingga ia memutuskan untuk berhenti. Faktanya, ia pun ditegur orang yang berbeda: ” kok tidak muncul lagi tulisan bapak di koran? Seraya berkata: Saya mengikuti (pasti baca) ,dan saya clipping”. Di luar dugaan, ada yang gemar membaca ketika orang-orang disekitarnya tidak suka membaca.
Membaca itu penting, karena dengan membaca, seseorang akan mengetahui (memiliki pengetahuan baru). Dari tidak tahu menjadi tahu, kata Rusydi Sulaiman, Direktur Madania Center yang juga Guru Besar Bidang Kepakaran Pengkajian Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Membaca dimaksud bukan sekedar membaca, melainkan membaca cermat sehingga paham sesuatu yang dibaca.

Membaca hakikatnya ingin mengetahui sesuatu yang belum diketahui sebelumnya atau ingin membandingkan dengan sesuatu yang sudah diketahui untuk menghasilkan sesuatu yang baru.
Di saat kunjungannya ke Pondok Pesantren (putri) Al-Amien Prenduan Sumenep Madura (Selasa, 2 juli 2025); antar Nanda Jihan Dzikra Khoiriyah (putri H.Idham Supri), Rusydi Sulaiman sempatkan tinjau gedung perpustakaan Baitul Hikmah yang sangat megah. Teringat (ia) akan Baitul Hikmah, pusat ilmu di zaman Dinasti Abbasiyah. Ketika ada di pesantren ini, maka ini adalah satu-satunya Baitul Hikmah di Madura.

Banyaknya koleksi buku berupa kitab-kitab besar di perpustakaan tersebut menunjukkan begitu besarnya kepedulian pimpinan pesantren terhadap pentingnya ilmu pengetahuan, sebagaimana disebut Imam Al-Ghazali,” A’zhamhul-Washiilah lil-Ma’rifah hiya-Qiraa’ah” (media terpenting untuk dapatkan ilmu pengetahuan adalah membaca).
Selain itu, terdapat beberapa karya tulis santri berupa artikel dalam majalah, buku dan jurnal serta karya lainnya. Artinya, mereka terbiasa menulis, dan karya-karya tersebut diabadikan di perpustakaan, bernama “Baitul Hikmah” untuk dibaca.

“Pastinya hal tersebut lambat laun menginspirasi orang-orang disekitarnya termasuk santri agar gemar membaca dan menulis,” tambah Direktur Madania Center tersebut.
Mengutip statemen Barrack Obama,” Reading is Important. If You Know How to Read, then The Whole World Opens up to You” bahwa membaca itu penting. Bila kamu tahu cara membaca, maka dunia terbuka lebar untuk mu.
“Mari membaca cermat sehingga hasilkan gagasan dan karya baru,” ajak Rusydi Sulaiman (*)





