BSI Pangkalpinang Buka Peluang Kerjasama Dengan Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka, Rusydi Sulaiman: “Al-Muhaafazhah  ‘alal-Qadiimish-Shaalih wal-Akhdzu bil-Jadiidil-Ashlah”

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Prinsip,”Sahabat Finansial, Sahabat Spiritual dan Sahabat Sosial” yang melekat pada kelembagaan BSI (Bank Syariah Indonesia) nampaknya  mengusik suasana kebatinan Firman Syah, pimpinan BSI Cabang Pangkal Pinang sehingga ia termotivasi utk bersilaturrahim  dengan pengurus Yayasan.

Kamis, 10 juli 2025, pimpinan BSI ( Bank Syariah Indonesia) Cabang Pangkalpinang, Firmansyah, S.Si. memutuskan untuk berkunjung/ bersilaturrahim ke Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka bersama dua pegawai; Pegi Herini dan Yoga Febriansyah, tawarkan kerjasama dengan pesantren tertua di Pulau Bangka tersebut.

Kehadiran pihak BSI di menjelang siang tersebut disambut oleh pengurus yayasan pesantren, yaitu: Drs.H.Amzahri (ketua), H.Junaidi Hamdan ( guru senior / penasehat ), Abdul Choir ( pimpinan bidang sarana prasarana),  Sumantri, S.Ag.( anggota pengawas) dan Dr.H.Muh.Misdar, M.Ag ( pembina). Hadir juga Rusydi Sulaiman (pembina).

Berlangsung lah rapat terkait beberapa program yang bisa dikerjasamakan antar kedua belah pihak. Tegas Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center Bangka Belitung, bahwa Al-Islam sudah sangat terbuka terhadap perubahan adalah untuk tujuan penguatan kelembagaan pesantren. Selama ini Al-Islam juga sudah bekerjasama dengan bank lain dalam beberapa hal. Tinggal pihak BSI bisa tawarkan beberapa program lain, tambahnya. Prinsipnya adalah: “Al-Muhaafazhah ‘alal-Qadiimish-Shaalih, wal-Akhdzu bil-Jadiidil-Ashlah” ( memelihara nilai lama yang baik, dan mengakomodasi nilai baru yang lebih baik).

Lalu sambutan sekilas  dari ketua yayasan, H.Amzahri sebagai bentuk persetujuan kerjasama dengan pihak BSI Cabang Pangkalpinang sekaligus membuka acara rapat.

Firmansyah pun menanggapi naik semangat kerjasama dalam rangka membenahi manajemen keuangan pesantren tersebut. Menurut pimpinan BSI Cabang Pangkalpinang tersebut, bahwa BSI tak terpisahkan dari syari’ah yang menjadi kansern pondok pesantren. Beberapa hal bisa ditindaklanjuti, seperti kios ATM,  Smart Agent sebagai realisasi  program Laku Pandai, Cash Management System utk penggajian dan belanja santri serta lalu lintas keuangan pesantren. Tawaran ini dilakukan untuk tujuan efektifitas dan transparansi pengelolaan keuangan, tambahnya.

Insya Allah pihak pesantren akan bahas sesegera mungkin terkait program yang mungkin diterapkan, baru kemudian dikomunikasikan ke pihak BSI. Penandatanganan lembar PKS dan sosialisasi di Al-Islam diagendakan berikutnya. Mudah-mudahan Pondok Pesantren Al-Islam tetap terjaga di tengah dinamika zaman di era kontemporer ini. (*)