MADANIA CENTER BABEL — Tak henti-hentinya Maulid Nabi Muhammad saw. diperingati oleh sebagian besar umat Islam. Pastinya karena Rabi’ul Awwal 1447 H belum habis, lagi pula suasana bulan semi pertama tersebut di Jazirah Arab saat itu mengingatkan setiap orang akan ke ketokohannya.
Maulid Nabi juga diperingati di Badan Pelaksana dan Pengelolaan Masjid Agung Sungailiat dalam bentuk ceramah agama dan nganggung bersama masyarakat, tepatnya Hari Senin, 14 September 2025 bertepatan dengan 21 Rabi’ul Awwal 1447 H. Begitu banyak jama’ah memenuhi masjid tersebut selain pengurus masjid, tokoh masyarakat , tokoh agama dan pejabat Pemerintah Daerah; Boy Yandra, SJM., M.PH., Staf Ahli Bupati Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan & Thony Marza, AF., Plt.Sekretaris Daerah. Adapun penceramah adalah Prof.Dr Rusydi Sulaiman , M.Ag., Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sekaligus Direktur Madania Center Bangka Belitung.

Menyikapi tema yang disuguhkan pengurus Masjid Agung Sungailiat tentang,”Meneladani Nabi Muhammad saw.”, Rusydi Sulaiman mengawali ceramahnya dengan uraian tentang sejarah Islam di Pulau Bangka. Menurutnya, telah terjadi persentuhan agama dan budaya. Budaya urang Lom; darat (land based culture atau hill-people) dan laut (sea based culture) yang memiliki keyakinan animisme dan dinamisme, kemudian bergeser menjadi urang lah (sudah beragama Islam/ sudah berakhitan). Internalisasi nilai ajaran Agama Islam berhasil di beberapa kampung di Pulau Bangka mewujud menjadi tradisi yang memuat nilai kearifan lokal, diantaranya tradisi nganggung.
Tegas Rusydi Sulaiman, bahwa tradisi nganggung merupakan salah satu cara meneladani Rasulullah, disebutkan dalam QS.Al-Ahzaab (33):21)–artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah itu benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” Nganggung dimaksud adalah membawa makanan (hasil panen di ladang ume) dalam dulang ke tempat yang disepakati seperti masjid dan balai dan atau lainnya utk dinikmati bersama usai acara ritual keagamaan. Sebagaimana kegiatan di Masjid Agung Sungailiat, nganggung dilaksanakan usai ceramah agama. Begitu semarak malam itu. Juga tampil grup hadra dari Majelis Taklim an- Nisa’ Sungailiat.

Guru besar IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung tersebut mengurai juga tentang ketokohan Rasulullah; kepribadian, integritas diri dan perjuangannya selama hidup, bahwa Muhammad saw. diapresiasi setinggi-tingginya melebihi nabi-nabi terdahulu bahkan Ulul Azmi, maka oleh para sufi, Nabi Akhir tersebut dipredikat,” al-Insaan al-Kaamil”. Allah pun dan juga malaikat bershalawat kepadanya, dalam QS.Al-Ahzaab (33): 56), dan sebaliknya laknat Allah berupa azab hina bagi orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasulnya.

Sudah selazimnya kita yang tergolong beriman juga bershalawat kepada Rasulullah. Wassalam. (*)





