MADANIA CENTER BABEL — Semangat membekali diri dengan ilmu agama tidak dibatasi waktu; dari belaian hingga liang lahat apalagi ditegaskan perihal kewajiban menuntut ilmu, bagi setiap muslim, ” Thalabul -Ilmi Faridhatun ‘alaa kulli Muslimin”. Pastinya orang beriman dan mereka yang berilmu diangkat dirinya beberapa derajat (QS.Al-Mujadilah (58): 11.
Hal tersebut mengusik ghirah akademik beberapa pengurus LPPOM-MUI Bangka Belitung, sehingga digagaslah kegiatan rutin berupa pengajian atau kajian keagamaan di sekretariat MUI setiap Rabu pagi, jam 08.30-09.30 WIB.

Adapun narasumbernya adalah pengurus harian MUI Bangka Belitung; Prof.Dr. H.Hatamar, M.Ag.(ketum), Drs.K.Ahmad Luthfi (Waketum), Drs.K.Hasan Rumata (sekum) dan beberapa guru termasuk Rusydi Sulaiman, Ketua Bidang Fatwa dan Penelitian yang juga Direktur Madania Center Bangka Belitung.
Menurut Muhammad Ihsan, Direktur LPPOM-MUI Bangka Belitung yang juga menggagas kegiatan rutin tersebut, bahwa hal ini sangat penting bagi kami yang haus ilmu agama selain mempererat hubungan silaturrahim kami dengan para kyai dan guru.
Sayang sekali bila tidak dimanfaatkan keahlian para senior yang diakui keahliannya dalam bidang keagamaan (keislaman).
Tambahnya, kajian rutin Rabu pagi itu memberikan energi tersendiri bagi pengurus LPPOM dan juga pegawai MUI Bangka Belitung.
Tegas Rusydi Sulaiman yang mengisi kajian di Rabu, (25/6/2025) bahwa Islam sangat luas dan tidak sesederhana yang dipikirkan pihak tertentu, maka agama Wahyu tersebut mesti terus diperdalam melalui pengajian dan juga kajian.
Kegiatan rutin semacam ini pastinya adalah ide bagus, selain juga untuk tujuan penguatan kepribadian diri pengurus dan pegawai yang sibuk dengan rutinitas kantor.
Kolaborasi antara LPPOM-MUI dengan induknya, MUI sangatlah strategis. Hal tersebut akan memberi nilai plus bagi kelembagaan MUI Bangka Belitung khususnya. Rusydi yang juga Dekan FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menganggap perlu adanya media berupa buletin atau majalah MUI, baik tercetak (printed) maupun online.
Website MUI sangatlah perlu untuk meng-cover kegiatan termasuk kajian rutin Rabu pagi, diantaranya untuk tujuan social- Recognition organisasi Islam tersebut. (*)





