Ziarahi Makam Syaikh Kholil Al-Bangkalani, Rusydi Sulaiman Ajak Teladani Ulama Kharismatik

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Pesantren pastinya bukan sentra belajar biasa layaknya lembaga pendidikan umumnya, melainkan ia sangat khas Nusantara, disebut,” an indigeneous institution.

Hal lain yang mencirikannya bahwa lembaga tersebut dibangun tak terlepas dari sosok kepribadian ulama tertentu dengan segala kekuatan yang melekat dalam dirinya sehingga pesantren menjadi besar dan berada di hati masyarakat.

Satu ulama kharismatik di Madura yang identik dengan idealisme pendirian beberapa pondok pesantren di Jawa Timur adalah Syaikh Kholil Al-Bangkalani. Beberapa santri terdidik asuhannya saat itu kemudian menjadi pengasuh pesantren dengan ribuan alumni, diantaranya KH.Zaini Mun’im (Pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid); KH.Syamsul Arifin, pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo; dan lainnya.

Mengingat kekuatan ketokohan Syaikh Kholil dan pengaruhnya, Rusydi Sulaiman, Direktur Madania Center Bangka Belitung beserta isteri sempatkan ziarah ke makam ulama kharismatik beserta isteri, Quratul Faisah padari Sabtu malam, 28 Juni 2025. Turut serta malam itu adalah H.Idham Supri beserta isteri dan putranya, Jihan Dzikra Khoiriyah (calon santri TMI Al-Amien).

Ziarah ke makam tertentu bukanlah minta-minta karena itu perbuatan syirik, melainkan berdoa, mendo’akan almarhum sambil mengingat apa yang mesti diteladani dari ketokohan ulama tersebut.

Ziarah memberi energi tersendiri bagi yang  berziarah. Setidaknya memberi motivasi untuk menjadi orang baik sebagaimana ulama yang didatangi. Malam itu Rusydi Sulaiman dan rombongan menginap di kediaman Prof.Dr.KH.Hasan Syafi’i, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Kemayoran Bangkalan Madura.(*)