SAJADAH FAJAR KOLABORASI DMI Bangka Belitung & DMI Pangkalpinang, Rusydi Sulaiman: Nilai-Nilai Agama Mesti Diperkuat sehingga Keyakinan Tertanam dalam Diri

Bagikan

MADANIA CENTER — Meyakini Tuhan, Allah Swt. dengan seyakin-yakinnya tidaklah mudah, melainkan melalui proses panjang, apakah pengalaman spiritual tertentu atau pelembagaan, mendalami agama melalui sentra pendidikan tertentu.

Awalnya manusia terlalu yakin dengan dua potensi dalam dirinya, yaitu akal dan kalbu. Namun sejak begitu banyak masalah kehidupan tak teratasi, manusia baru meyakini bahwa ada kekuatan lain di luar dirinya termasuk benda-benda di sekitarnya dan makhluk ghaib. Fenomena banyak Tuhan mengindikasikan hal tersebut hingga manusia meyakini satu Tuhan ( monoteisme).

Terkait hal tersebut dan dalam rangka optimalisasi imam sebagai potensi ruhani,  Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag., Direktur Madania Center di minta memberi taushiyah dalam kegiatan Sajadah Fajar kolaborasi DMI (Dewan Masjid Indonesia) Bangka Belitung & DMI (Dewan Masjid Indonesia) Pangkalpinang, bertempat di Masjid Istiqlal Gandaria Pangkalpinang Prov.Kep.Bangka Belitung, Ahad , 26 Juli 2026. Cukup banyak jama’ah yang hadir di pagi hari tersebut.

Guru Besar dalam Kepakaran Bidang Pengkajian Islam tersebut mengutip QS.At-Taubah (9):30 tentang fenomena budaya dan agama, dimana kaum Yahudi meyakini Uzair sebagai anak Tuhan ( Ibnu Allah), dan juga Kaum Nasrani meyakini Al-Masih anak Tuhan ( Ibnu Allah), mengikuti tradisi orang-orang kafir terdahulu. Allah melaknat mereka atas Sikap syirik tersebut.

Menurut Rusydi Sulaiman, memang sulit membedakan antara fenomena beragama, keberagamaan dan keberagaman. Terkadang masyarakat tertentu mengutamakan tradisi ( budaya) daripada agama. Tidak shalat dianggap biasa saja, tapi tidak tahlil di hari tertentu dikucilkan.

Ketika agama bersumber dari Tuhan, Allah Swt. , maka nilai-nilai dalam agama mesti diperkuat sehingga keyakinan penganut agama bertambah. “wa’bud Rabbaks hattaa ya’tiyakal-Yaqiin” (QS.Al-Hijr (15): 99).

Alhamdulillah kegiatan Sajadah Fajar berjalan lancar. Para jama’ah juga sangat antusias mendengarkan taushiyah. Wassalam. (*)