MADANIA CENTER BABEL — Sebuah pesantren bercorak antara salafi (tradisional) dan khalafi ( Khalaf) yang mangelola beberapa embaga mulai tingkat dasar hingga menengah dipastikan ingin lebih maju dan mengakar di tengah masyarakat.
Berikutnya kehadiran sebuah perguruan tinggi di lingkungannya menjadi obsesi, tak terkecuali Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka, sebuah pesantren tertua di Pulau Bangka, kini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berkunjung ke dua pondok pesantren ber-perguruan tinggi, yaitu: Darunnajah Ulujami Jakarta dan Al-Ittifaqiah Indralaya Sumatera Selatan diharapkan menjadi pilihan tepat dan strategis. Yang pertama sudah menjadi Universitas Darunnajah dengan beberapa fakultas, baik umum dan agama (keislaman). Adapun yang kedua, dalam proses melangkah ke universitas.
Bila Al-Islam ingin mengikuti jejak kedua pesantren tersebut, maka diperlukan langkah terstruktur. Tegas Rusydi Sulaiman, Pembina yayasan yang ikut serta dalam kunjungan silaturrahim, bahwa perlu landasan konseptual dan langkah strategis. Rombongan yang dikuti juga oleh Dr.H.Muh Musdar, M.Ag ( pembina ), Drs.H.Amzahri ( ketua yayasan), Jamaludin, S.IP )bendahara) dan Muammar (staf kesektariatan) nampaknya semangat ke arah tersebut. Lebih-lebih kunjungan tersebut disambut resmi pihak rektorat (Institut Agama Islam Al-Qur’an Al-Ittifaqiah) di kampus A, yaitu: Rektor: Hj. Dr. Muyasaroh. M.Pd.I, Wakil Rektor 2, Ali Sodiqin. MPd.I, Wakil Rektor III Dr. Zaimuddin. M.S.I, Ketua LPM, Ani Nafisah. MPd.I, Kepala perpus Bella Novita.S.IP.

Kunjungan diawali dengan pertemuan selamat datang di ruang tamu rektorat, diawali dengan sambutan rektor, Hj.Dr.Muyasarih, M.Pdi. tentang uraian tentang profil perguruan tinggi yang sedang menunggu visitasi untuk universitas Al-Ittifaqiah. Selanjutnya sambutan Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag. representasi Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka. Perbincangan berlangsung lama dan hal tersebut pasti menginspirasi bagi yang berkunjung ketika di tahun mendatang akan dirikan sebuah perguruan tinggi.
Tujuan rahmatan lil-‘Aalamiin dalam mengabdi dengan prinsip-prinsip khas pesantrenan bermazhab Ahlussunnah wal-Jama’ah benar-benar dapat dijadikan pijakan atau model bagi pesantren lain. Sekali lagi tegas Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center Bangka Belitung, “kita harus solid, dalam kebersamaan dan bekerja keras”.
Setelah itu tepat jam 14.00 wib.menuju kampus D untuk jamuan siang dengan mudir/ pimpinan tertinggi, Drs.KH.Mudrik Qori, M.A. (*)





