MADANIA CENTER BABEL — Banyak cara yang bisa dilakukan untuk pengembangan ekonomi pesantren, tegas Rusydi Sulaiman, salah satu Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka saat hadiri acara penandatangan MOU (Memorandum of Understanding) antara Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka dengan BSI (Bank Syariah Indonesia) Cabang Pangkalpinang, bertempat di kantor Pondok Pesantren Ak-Islam.
Hadir dalam kegiatan tersebut, dari pihak pesantren, yaitu: Prof. Dr H.Zayadi, M.Ag., Prof .Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag., Dr.H.Muh Musdar, M.Ag. ( Dewan Pembina), Sumantri, S.Ag.+ Pengawas), Drs.H.Amzahri (ketua yayasan), Drs.Saimi (sekretaris), H.Junaidi Hamdan ( wakil ketua), Jamaluddin, S.IP. dan beberapa pimpinan, kepala madrasah dan pengelola unit usaha. Pihak BSI Cabang Pangkalpinang, yaitu: Firmansyah ( kepala), Tsurayya Ghaida Funding Transaction Representative dan Yoga Febriansyah SME Business Representative).

Acara MOU yang berlangsung di Hari Senin, 22 September 2925 tersebut diawali dengan sambutan Ketua Yayasan, Drs.H.Amzahri. Menurutnya, Al-Islam siap bekerja sama dengan pihak BSI. MOU pada hari ini pastinya menambah keyakinan kami ke arah langkah konkret. Semua pengurus sudah dalam satu langkah bersama untuk memperkuat kelembagaan Al-Islam Kemuja Bangka, tambahnya. Hal tersebut diamini oleh Ketua Dewan Pembina, Prof.Dr.H.Zayadi, M.Ag. Intinya semua unsur di pondok pesantren tertua di Bangka Belitung sepakat bila unit-unit usaha ekonominya dikembangkan. Ia berharap dampingan dan juga pembiayaan dari BSI.
Berikutnya sambutan dan juga uraian tentang BSI dan peluang usaha yang bisa dikerja samakan oleh Firmansyah, Kepala BSI Cabang Pangkalpinang. Menurutnya, terkait tabungan bisa diakses, baik secara personal maupun lembaga. Beberapa hal bisa ditindaklanjuti secara nyata dan sesegera mungkin apalagi pihak pesantren sudah membahas hal tersebut dengan BSI Pusat dan Area Palembang. Adapun terkait hal-hal tehnis pembiayaan diuraikan oleh Yoga yang juga turut hadir atas nama BSI Pangkalpinang.
Selain pertanyaan dari sebagian yang hadir, Rusydi Sulaiman yang Juga Direktur Madania Center Bangka Belitung memberi tanggapan terkait tindaklanjut MOU yang baru saja ditanda tangani oleh kedua belah pihak. Misalnya, selain semangat mengembangkan unit-unit usaha di Al-Islam, diharapkan pendampingan intens dari pihak BSI agar terjadi percepatan. Pastinya BSI memahami implikasi apa yang bakal dinikmati oleh pihak pesantren pasca kerja sama. Tegas Rusydi Sulaiman, hal-hal tehnis administratif dalam konteks kerjasama lebih dipahami oleh pihak per-bank-an. Mudah-mudahan Pondok Pesantren Al-Islam menjadi role-model bagi pesantren-pesantren lain di Bangka Belitung. Wassalam. (*)





