Serial Kajian Kitab,”Tanqiyatul-Quluubi fi Ma’rifati ‘Allaamil-Ghuyuubi” di Masjid Agung Sungailiat, Rusydi Sulaiman: Untaian Kisah Pribadi Terpelihara

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Manusia bisa sama secara fisik–lahir, tumbuh, berkembang biak dan dewasa, namun menjadi berbeda satu sama lain ketika proses pem-fungsian akal dan kalbunya lebih optimal atau sebaliknya tidak difungsikan. Kelompok pertama disebut pribadi yang baik bahkan terpelihara (ma’shum), yaitu nabi dan Rasulullah.

Perihal tersebut adalah tema kajian pada malam ini, Ahad, 10 Agustus 2025, ba’da Maghrib di Masjid Agung Sungailiat Bangka, dalam kitab “Tanqiyatul-Quluubi fii Ma’rifati ‘Allaamil-Ghuyuubi”, bab Syarat-syarat Iman kepada Nabi dan Rasulullah”, karya Muhammad ‘Idrus Al-Buthuniy.

Menurut Rusydi Sulaiman, Ketua Bidang Fatwa dan Penelitian MUI (Majelis Ulama Indonesia) Prov.Kep.Bangka Belitung, bahwa pribadi- pribadi tersebut terjaga dari pembuatan dosa, baik dosa besar (kabaa’ir) maupun dosa kecil (shaghaa’ir) dalam konteks kelekatan mereka dengan hal- hal yang wajib, hal-hal mustahil dan juga ha-hal Jaiz. Dalam hal mubah sekalipun tak secuil pun mengarah ke syahwat,”maa laa yutsaabu ‘alaa fi’lihi, wa laa yu’aaqobu ‘alaa tarkihi” (tidak dapatkan fahala atas perbuatannya, dan juga tidak dapatkan adzab atas perbuatannya).

“Adapun yang menyangkut aspek-aspek kemanusiaan termasuk kebutuhan biologis, seks, makan, minum dan semacamnya sama halnya dengan manusia umumnya. Mereka juga mengalami lapar dan juga terkadang jatuh sakit,” tambah Rusydi Sulaiman yang juga Dekan FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.

Walaupun malaikat tidak makan, tidak minum dan juga tidak tidur, para nabi dan rasul lebih utama. ” Khawaasyul-Bashar Afdhal min khawaasyil-Malaaikah”, menurut Mazhab al-Asy’ari. Berbeda dengan al-Baihaki, mengutamakan malaikat daripada manusia ( Muhammad Idrus al-Buthuuni, 2009:78).

Intinya manusia dengan dua potensi akal dan kalbu, lebih bisa dimuliakan dan terangkat derajat kemanusiaannya daripada makhluk lain sekalipun malaikat, tegas salah satu ketua MUI tersebut.

Alhamdulillah kajian berjalan lancar walaupun sesaat dan hanya membahas dua alinea (faqrah) dalam bab syarat-syarat iman kepada Rasulullah dalam kitab tersebut.(*)