Serial Khutbah Jum’at di Masjid Agung Sungailiat, Rusydi Sulaiman: Isra’ Mi’raj dan Amanah Shalat Lima Waktu (ash-Shalawaatul-Khamsu)

Bagikan

MADANIA CENTER BABEL — Satu-satunya ibadah yang mencirikan masjid adalah shalat, ash-Shalawaatul-Khamsu atau ash-Shalawaatul-Maktuubah. Mungkin saja masih ada masjid yang tidak lengkap atau tidak penuh selenggarakan hingga lima waktu.Terkadang bangunan masjid sangat besar, tapi jumlah jama’ahnya sedikit.

Terlepas dari situasi apapun yang melekat pada masjid, rumah ibadah umat Islam, maka masjid tidak boleh dibiarkan, dan beberapa kegiatan keagamaan baiknya tidak dikesampingkan. Bila hal itu terjadi karena kurangnya kepedulian masyarakat setempat, maka nuansa keagamaan pasti melemah.

Selain terjadwal sebagai khatib Jum’at, 30 Januari 2026 di Masjid Agung Sungailiat Bangka, dan dalam rangka memakmurkan masjid, Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sampaikan taushiyah tentang: “Isra’ Mi’raj dan Amanah Shalat Lima Waktu”. Adapun imam shalat adalah Datuk H.Syarnubi, Pengurus LAM ( Lembaga Adat Melayu) Bangka Belitung.

Menurut Rusydi Sulaiman yang juga Direktur Madania Center , seseorang yang dinilai dan diperhitungkan Allah adalah shalatnya. Bila ibadah wajib itu baik, maka segala amal perbuatan lainnya menjadi baik, tapi bila ia rusak, maka segalanya akan rusak. Kualitas shalat mesti ditingkatkan menjadi shalat yang sesungguhnya ( haqiiqatush-Shalaati). Hal utama yang dipertegas dalam pewahyuan Kitab Suci Al-Qur’an adalah shalat, “wa Aqimish-Shalaata”, dalam QS. Al-‘Ankabut (29): 45): artinya: “Bacalah Kitab Al-Qur’an yang telah diwahyukan kepadamu , dan tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”.

Hakikat shalat identik dengan adanya suasana bathin, disebut ,”muraabathah”–ikatan bathin yang kuat antara seorang hamba dan Tuhannya dalam ibadah, khususnya shalat, dan juga diperkuat dengan suasana keterlamaan dalam ibadah, disebut,” mudaawamah”. Artinya dalam shalat, seseorang hanya ingat Allah, bukan selainnya, tambahnya.

Itulah yang dimaksud dengan shalat sebagai mi’raajul-Mu’miniin. Hanyalah shalat yang diwahyukan melalui peristiwa Isra’ Mi’raj, bukan ibadah lainnya. Maka dari itu, marilah kita tingkatkan kualitas ibadah tersebut.

Sebagaimana biasanya, Masjid Agung Sungailiat selalu dipenuhi jama’ah. Suasanan agak berbeda pada hari tersebut, karena Datuk H.Syarnubi sempatkan beri buku karyanya, berjudul: “Kamus Kelumus Bahasa Melayu Lokal Bangka, terbitan UBB Press, 2024, edisi 14×21 cm, 546 hlm. kepada Rusydi Sulaiman–keduanya bersama di kepungurusan LAM ( Lembaga Adat Melayu) Bangka Belitung. (*)